Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ekonomi Sulawesi Utara Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global, Ekspor Naik 11,49 Persen dan Pariwisata Menggeliat

Angel Rumeen • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:13 WIB
Gubernur Yulius Selvanus
Gubernur Yulius Selvanus

 

MANADOPOST.ID—Perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. Di saat sejumlah negara menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketegangan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta meningkatnya persaingan perdagangan internasional, berbagai indikator ekonomi daerah justru memperlihatkan perkembangan yang positif.

 

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, kondisi ekonomi Sulawesi Utara secara umum masih berada dalam jalur yang stabil. Pertumbuhan ekspor, meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, inflasi yang terkendali, serta membaiknya kondisi ketenagakerjaan menjadi modal penting bagi daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap berbagai indikator ekonomi dan sosial guna memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

 

Salah satu indikator yang menunjukkan performa positif adalah sektor perdagangan luar negeri. Selama periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara mencapai USD 411,28 juta atau meningkat 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impor tercatat sebesar USD 55,04 juta, sehingga menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar USD 356 juta.

 

Capaian tersebut mencerminkan daya saing komoditas unggulan Sulawesi Utara yang masih mampu bertahan dan diterima pasar internasional meskipun kondisi perdagangan global belum sepenuhnya pulih. Surplus perdagangan yang besar juga menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi daerah.

 

Perkembangan positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara pada April 2026 meningkat 21,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sejalan dengan itu, aktivitas penerbangan mengalami kenaikan sebesar 11,34 persen.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa Sulawesi Utara semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Pasifik. Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sektor pariwisata juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru dan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM serta masyarakat lokal.

 

Di sisi lain, inflasi Sulawesi Utara pada Mei 2026 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,61 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan harga kebutuhan pokok relatif terkendali dan pasokan pangan berada dalam kondisi yang baik. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan daya beli masyarakat karena deflasi juga dapat menjadi sinyal bahwa aktivitas konsumsi belum tumbuh secara optimal.

 

Perhatian khusus juga diarahkan kepada sektor pertanian. Data menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,61 persen. Penurunan ini menandakan bahwa peningkatan pendapatan petani belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi yang mereka keluarkan.

 

Menurut Jemmy Ringkuangan, kesejahteraan petani dan nelayan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena sektor tersebut masih menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah perdesaan.

 

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, mendorong investasi, memperkuat sektor pertanian dan perikanan, mengembangkan pariwisata, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seluruh langkah ini diarahkan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Dari aspek ketenagakerjaan, Sulawesi Utara juga mencatat perkembangan yang menggembirakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 5,75 persen, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 6,03 persen. Penurunan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil memperoleh pekerjaan.

 

Meski demikian, tantangan penciptaan lapangan kerja tetap menjadi perhatian mengingat bertambahnya jumlah angkatan kerja muda setiap tahun. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong investasi produktif yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

 

Pada sektor pembangunan manusia, Sulawesi Utara mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,32 yang masuk kategori tinggi. Namun pemerintah menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan dasar masyarakat.

 

Jemmy Ringkuangan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

 

“Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara masih mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang baik di tengah ketidakpastian global. Namun pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama meningkatkan daya beli masyarakat, kesejahteraan petani dan nelayan, serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

 

Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay akan terus mengarahkan pembangunan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, pengembangan UMKM, percepatan hilirisasi ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.(*)

Editor : Angel Rumeen
#Pemprov Sulut #Ekonomi Sulut