MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus adalah percepatan pelaksanaan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Tahun 2026 yang ditujukan untuk memperluas akses energi bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara optimal.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menerima audiensi jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo di Manado. Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan program elektrifikasi yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, PLN memaparkan rencana pembangunan dan perluasan jaringan distribusi listrik yang akan dilaksanakan berdasarkan penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyasar puluhan wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses energi.
Tahap pertama akan mencakup pembangunan jaringan distribusi listrik di 82 lokasi, sedangkan tahap kedua akan menjangkau 14 lokasi tambahan. Dengan demikian, total terdapat 96 lokasi di Sulawesi Utara yang akan menjadi sasaran pengembangan jaringan listrik dalam Program Lisdes Tahun 2026.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa akses terhadap listrik merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang kondisi geografis wilayah tempat mereka tinggal.
Menurutnya, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses informasi, serta memperkuat layanan kesehatan di daerah.
“Kehadiran listrik bukan sekadar perkara penerangan di malam hari, melainkan jantung dari keadilan sosial dan motor utama pertumbuhan ekonomi. Kita tidak boleh membiarkan ada warga Sulawesi Utara, terutama mereka yang berada di pulau-pulau terluar dan desa terpencil, terus berada dalam kegelapan dan tertinggal dari kemajuan,” tegas Yulius Selvanus.
Selain pengembangan jaringan distribusi listrik konvensional, perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah bersama PLN menyiapkan pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Beeng Darat, Desa Kahakitang, dan Desa Para.
Pembangunan PLTS tersebut menjadi solusi strategis karena mampu menghadirkan pasokan listrik yang lebih cepat bagi masyarakat di daerah kepulauan tanpa harus menunggu pembangunan jaringan kabel dari daratan utama. Langkah ini sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program. Pemprov siap melakukan percepatan berbagai proses administrasi dan perizinan yang dibutuhkan agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai target.
Dukungan tersebut mencakup fasilitasi penyelesaian izin Right of Way (ROW) atau pembebasan jalur jaringan listrik, penyediaan lahan untuk pembangunan PLTS, hingga dukungan akses infrastruktur menuju lokasi proyek. Bahkan pemerintah daerah siap membantu penyediaan alat berat pada wilayah yang memiliki tingkat kesulitan medan tinggi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada hambatan yang dapat memperlambat proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, terutama di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar.
Gubernur Yulius Selvanus optimistis kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN UID Suluttenggo akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan rasio elektrifikasi daerah. Menurutnya, pembangunan jaringan listrik dan PLTS merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan tersedianya listrik yang andal, aktivitas belajar anak-anak dapat berlangsung lebih baik, pelaku UMKM memiliki peluang meningkatkan produktivitas usaha, dan masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan ekonomi serta sosial.
Program Lisdes 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, pembangunan kini diarahkan hingga ke desa-desa terpencil dan pulau-pulau terluar agar seluruh masyarakat Sulawesi Utara dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, para Asisten Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara.(*)
Editor : Angel Rumeen