Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sulut Jadi Bintang Penas Petani Nelayan di Gorontalo, Sukses Antar Kontingen Terbanyak se-Indonesia

Jendry Dahar • Rabu, 24 Juni 2026 | 23:18 WIB

 

KONTINGEN petani dan nelayan asal Sulut yang mengikuti Penas Gorontalo di bawah naungan Ketua Kontingen Deisye Syul Lumbaa dan Ketua KTNA Sulut Arly Dondokambey.
KONTINGEN petani dan nelayan asal Sulut yang mengikuti Penas Gorontalo di bawah naungan Ketua Kontingen Deisye Syul Lumbaa dan Ketua KTNA Sulut Arly Dondokambey.

 

MANADOPOST.ID—Sulawesi Utara (Sulut) tampil sebagai salah satu provinsi paling mencuri perhatian dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

 

Kehadiran langsung Gubernur Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, berbuah manis dengan capaian membanggakan.

 

Sulut tercatat sebagai kontingen terbesar pada perhelatan nasional yang menjadi ajang berkumpulnya petani dan nelayan terbaik dari seluruh Indonesia.

 

Pada acara yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Emas”, Sulut mencatatkan capaian luar biasa. Sebanyak sekitar 2.160 peserta dari 15 kabupaten dan kota hadir mengikuti puncak kegiatan, jauh melampaui target awal yang dipatok sekitar 1.700 peserta.

 

Jumlah tersebut menempatkan Sulut sebagai kontingen terbesar pada PENAS XVII Tahun 2026, sekaligus menunjukkan tingginya semangat petani dan nelayan daerah Nyiur Melambai untuk terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas jejaring, dan meningkatkan kapasitas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Diketahui, selama sepekan pelaksanaan kegiatan, ribuan peserta mengikuti berbagai agenda yang mempertemukan inovasi, teknologi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Para petani dan nelayan berkesempatan menyaksikan langsung penerapan teknologi modern di bidang pertanian dan perikanan, sekaligus memperluas wawasan melalui forum diskusi, temu usaha, temu teknologi, hingga berbagai pelatihan tematik.

 

Antusiasme peserta mencapai puncaknya saat acara penutupan yang digelar di GOR David-Tonny, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor pangan dan perikanan dari berbagai daerah memadati arena kegiatan untuk mengikuti parade budaya, pameran, hingga hiburan rakyat yang telah disiapkan panitia.

 

Keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan menjadi energi besar yang mendorong para petani dan nelayan untuk aktif berpartisipasi dalam agenda nasional tersebut.

 

Apresiasi juga mengalir kepada Ketua Tim Kerja sekaligus Ketua Panitia Kontingen Sulut, Deisye Syul Lumbaa Komaling, yang dinilai berhasil mengoordinasikan keberangkatan ribuan peserta dari berbagai daerah hingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sukses.

 

Di bawah koordinasinya, peserta Sulut mampu mengikuti seluruh agenda utama PENAS KTNA, mulai dari temu usaha, temu teknologi, pameran pembangunan pertanian, hingga berbagai forum diskusi dan pelatihan yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

 

Deisye Syul Lumbaa Komaling menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Sulawesi Utara selama pelaksanaan PENAS KTNA XVII.

 

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, KTNA kabupaten dan kota, seluruh panitia, serta para petani dan nelayan yang menunjukkan semangat luar biasa untuk hadir dan belajar dalam kegiatan nasional ini. Kehadiran Sulut sebagai kontingen terbesar menjadi bukti bahwa sektor pertanian dan perikanan Sulawesi Utara terus berkembang dan memiliki komitmen kuat untuk maju serta berdaya saing,” ujarnya.

 

Tak hanya unggul dari sisi jumlah peserta, Sulawesi Utara juga sukses memanfaatkan arena pameran sebagai sarana promosi daerah yang efektif. Stand Sulut menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi peserta dan tamu undangan yang ingin melihat berbagai produk unggulan daerah.

 

Beragam komoditas khas dari kabupaten dan kota di Bumi Nyiur Melambai  dipamerkan, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, produk olahan, hingga berbagai peluang investasi yang potensial dikembangkan. Kehadiran produk-produk tersebut berhasil menarik perhatian pelaku usaha, akademisi, investor, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari berbagai daerah.

 

Sementara itu, Ketua KTNA Sulut, Arly Dondokambey, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja keras hingga Sulut mampu menjadi kontingen terbesar di Indonesia.

 

“Ini merupakan bukti nyata bahwa petani dan nelayan Sulawesi Utara memiliki semangat yang luar biasa untuk terus maju. Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus KTNA kabupaten/kota, pemerintah daerah, serta seluruh peserta yang telah bersama-sama mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional,” ujar Dondokambey. (jen)

Editor : Angel Rumeen
#Yulius Selvanus #KTNA Sulut