Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Meriahkan TIFF 2026, Ketua Dekranasda Sulut Siapkan Batik Khusus

Angel Rumeen • Senin, 6 Juli 2026 | 21:59 WIB
Anik Fitri Wandriani
Anik Fitri Wandriani

 

MANADOPOST.ID—Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara Ny. Anik Yulius Selvanus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan panitia pelaksana sekaligus menghadirkan desain batik khusus yang akan menjadi identitas resmi pada festival bunga bertaraf internasional tersebut.

Komitmen itu disampaikan saat menerima audiensi panitia TIFF 2026 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan menjelang pelaksanaan TIFF yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Agustus 2026 di Kota Tomohon.

Dalam pertemuan tersebut, Ny. Anik menegaskan Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap memberikan dukungan penuh demi menyukseskan salah satu agenda pariwisata unggulan yang telah dikenal hingga mancanegara itu.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ny. Anik kembali dipercaya merancang motif batik resmi TIFF 2026. Penugasan ini menjadi tahun kedua baginya setelah desain batik hasil karyanya juga digunakan pada penyelenggaraan festival sebelumnya. Kepercayaan tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensi dalam menghadirkan identitas visual yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah.

"Desain batik kali ini mengangkat tema budaya lokal Sulawesi Utara yang dipadukan dengan kekayaan alam daerah. Kami ingin setiap unsur dalam TIFF 2026 mampu memancarkan identitas, keindahan, dan kearifan lokal Sulawesi Utara kepada dunia," ujar Ny. Anik.

 

Menurutnya, batik memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pakaian. Motif yang dikenakan dalam sebuah ajang internasional dapat menjadi media promosi budaya sekaligus memperkenalkan karakter dan identitas suatu daerah kepada wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

Ia mengaku bersyukur karena batik khas Sulawesi Utara semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Meningkatnya minat menggunakan batik lokal menjadi salah satu indikator bahwa kesadaran terhadap pelestarian budaya terus tumbuh, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi para perajin untuk mengembangkan kreativitasnya.

 

Selain memperkenalkan budaya, Anik berharap penyelenggaraan TIFF 2026 mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, festival internasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, terutama hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

"TIFF adalah momentum yang sangat strategis. Melalui ajang internasional ini, kita dapat memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Sulawesi Utara kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

 

Ia menilai keterlibatan UMKM dalam berbagai agenda internasional perlu terus diperkuat. Kehadiran wisatawan dalam jumlah besar dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar produk lokal, mulai dari kerajinan tangan, batik, kuliner khas, hingga produk ekonomi kreatif lainnya yang menjadi ciri khas Sulawesi Utara.(gel)

Editor : Angel Rumeen
#Anik Yulius #TIFF 2026 #Dekranasda