Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gubernur Yulius Selvanus Jamu Delegasi Uni Eropa, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Biru dan Konservasi Laut

Angel Rumeen • Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:29 WIB
Gubernur Yulius Selvanus menyambut Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026) malam.
Gubernur Yulius Selvanus menyambut Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026) malam.

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat hubungan dengan mitra internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui jamuan makan malam resmi yang digelar Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyambut Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026) malam.

 

Acara tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Uni Eropa dalam pengelolaan sumber daya alam, konservasi laut, pengembangan ekonomi biru, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir. Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Denis Chaibi bersama para duta besar negara anggota Uni Eropa, yakni Belgia, Denmark, Lithuania, Republik Czech, Irlandia, Austria, serta perwakilan Finlandia dan Portugal.

 

Turut menghadiri jamuan resmi tersebut perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kehutanan, KfW Development Bank Indonesia, WCS Indonesia Program, unsur Forkopimda Sulawesi Utara, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas kehadiran para delegasi yang dinilai menjadi simbol semakin kuatnya kemitraan internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara.

 

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat datang di Bumi Nyiur Melambai kepada seluruh Delegasi Uni Eropa, pimpinan KfW Development Bank, perwakilan pemerintah pusat, serta WCS Indonesia Program. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan bagi kami sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda keberlanjutan global," ujar Gubernur Yulius.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan potensi besar Sulawesi Utara sebagai daerah maritim. Ia menjelaskan sekitar 73 persen wilayah provinsi ini merupakan kawasan perairan, sehingga sektor kelautan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Kondisi itu juga menjadi dasar pemerintah daerah mengembangkan konsep ekonomi biru yang selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.

 

Menurut Yulius, Sulawesi Utara yang memiliki jumlah penduduk sekitar 2,77 juta jiwa berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,66 persen pada 2025. Salah satu penopang pertumbuhan tersebut berasal dari sektor kelautan dan perikanan yang terus dikembangkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan.

 

Sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem laut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare. Kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya melindungi terumbu karang, menjaga keanekaragaman hayati laut, sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan dilakukan secara berkelanjutan.

 

Gubernur menjelaskan sebagian besar nelayan di Sulawesi Utara masih menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan, seperti hand line, pole and line, serta long line. Metode penangkapan tersebut dinilai mampu menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus menghasilkan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, dan skipjack yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar ekspor.

 

"Komitmen konservasi berjalan seiring dengan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Hal ini turut mendorong ekspor perikanan Sulawesi Utara yang mencapai sekitar 140 juta dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, dengan Nilai Tukar Nelayan berada pada angka 112," jelasnya.

 

Yulius juga menyoroti hasil kerja sama yang telah terjalin sejak 2020 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Uni Eropa, KfW Development Bank, dan WCS Indonesia Program. Kolaborasi tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir melalui berbagai program pemberdayaan.

 

Hingga saat ini, sebanyak 29 desa telah menerima program pemberdayaan, sementara 37 kelompok masyarakat pesisir memperoleh pelatihan untuk mengembangkan mata pencaharian yang berkelanjutan. Program tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan pesisir.

 

Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan **Desa Budo** meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik tingkat nasional. Keberhasilan tersebut menjadi contoh bagaimana konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

 

Selain itu, keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Manado semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat kerja sama regional dalam perlindungan terumbu karang, pengelolaan perikanan, serta ketahanan pangan di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

 

Menutup sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra yang telah mendukung pembangunan Sulawesi Utara. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperluas untuk memperkuat perlindungan ekosistem laut, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif.

 

"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang demi menjaga ekosistem laut, memitigasi dampak perubahan iklim, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir Sulawesi Utara. Semoga seluruh delegasi membawa pulang kesan yang indah dari Bumi Nyiur Melambai," tutup Gubernur.(*)

Editor : Angel Rumeen
Gubernur Yulius Selvanus