Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSUP Kandou Perkuat Budaya Pelayanan dan Pendidikan Tenaga Kesehatan

Tanya Rompas • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10 WIB
Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHD, PMKP, PPI, K3RS, serta Pelayanan Prima di Aula RSUP Kandou, Selasa (28/7).
Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHD, PMKP, PPI, K3RS, serta Pelayanan Prima di Aula RSUP Kandou, Selasa (28/7).

 MANADOPOST.ID– Keselamatan pasien ditegaskan sebagai prioritas utama dalam setiap pelayanan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado. Komitmen tersebut kembali ditekankan Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan SpJP(K) FIHA MARS MHKes, saat membuka Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima di Aula RSUP Kandou, Selasa (28/7).

Menurut Prof Starry, sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus institusi pelayanan publik, RSUP Kandou memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu dengan menjadikan keselamatan pasien sebagai landasan utama seluruh proses pelayanan.

"Rumah sakit kita merupakan institusi pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan layanan yang bermutu. Keselamatan pasien itu di atas segala-galanya. Semua pelayanan harus berorientasi pada pasien. Sebagai rumah sakit pendidikan, kami terus melaksanakan pelatihan secara berkesinambungan," tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Prof Starry didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr Yune Laukati MARS. Ia menjelaskan, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dari transformasi RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan.

Komitmen itu juga didukung dengan pengembangan fasilitas pelayanan, termasuk kehadiran Gedung Kanker yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi calon tenaga kesehatan.

Selain itu, RSUP Kandou masih membuka kesempatan bagi berbagai profesi kesehatan, mulai dari perawat umum, tenaga kefarmasian hingga tenaga laboratorium. Kehadiran peserta didik dari berbagai disiplin ilmu diharapkan semakin memperkuat peran rumah sakit dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang profesional dan kompeten.

Prof Starry juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap dan etika setiap tenaga kesehatan. Karena itu, budaya pelayanan prima harus menjadi karakter yang melekat dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

"Di mana pun nantinya kalian ditempatkan, terapkan budaya senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sabar. Layani pasien secara profesional dengan komunikasi yang ramah, penuh empati, dan menghargai setiap orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan," pesannya.

Ia menambahkan, RSUP Kandou berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang unggul secara kompetensi, berintegritas, serta menjunjung tinggi etika profesi. Seluruh peserta orientasi diharapkan mengikuti setiap materi dengan serius agar mampu menerapkan standar keselamatan pasien dan mutu pelayanan selama menjalani pendidikan maupun praktik klinik.

Kegiatan orientasi tersebut turut dihadiri Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) RSUP Kandou Manado Frets Melope SE MSi, bersama jajaran penyelenggara serta para peserta pendidikan.(***)

Editor : Tanya Rompas
RSUP Kandou