MANADOPOST.ID—Nama Jahja P Rondonuwu MSi menjadi salah satu yang paling menyita perhatian dalam pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, di Wisma Negara Bumi Beringin, Rabu (5/8/2026).
Di antara tiga pejabat yang dilantik, perjalanan karier Jahja memiliki cerita berbeda. Jika dua pejabat lainnya menjalani rotasi antardinas, Jahja justru memperoleh kepercayaan lebih besar melalui promosi jabatan dari eselon III ke eselon II. Ia kini resmi menjabat Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggantikan Femmy J. Suluh yang beralih memimpin Dinas Perhubungan.
Promosi tersebut menjadi salah satu bukti jenjang karier birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap terbuka bagi aparatur sipil negara yang dinilai memiliki kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak kinerja yang baik.
Pria kelahiran Bandung, 11 Oktober 1970 itu dikenal sebagai birokrat yang meniti karier dari bawah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Selama puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Jahja telah menempati berbagai posisi strategis yang memperkaya pengalaman di bidang pemerintahan, administrasi, hingga komunikasi publik.
Sebelum dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Daerah, Jahja menjabat sebagai Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab mengoordinasikan penyelenggaraan agenda-agenda legislatif, mulai dari rapat paripurna, pembahasan rancangan peraturan daerah, hingga memastikan seluruh proses persidangan DPRD berjalan sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku.
Namun, perjalanan kariernya tidak hanya berkutat di lingkungan legislatif. Jauh sebelumnya, Jahja juga pernah dipercaya memimpin Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Pada posisi itu, ia menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik, menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan dengan media massa.
Pengalaman di bidang kehumasan tersebut dinilai membentuk kemampuan Jahja dalam membangun komunikasi lintas sektor, sebuah modal penting bagi seorang birokrat yang kini memimpin organisasi perangkat daerah dengan cakupan layanan yang sangat luas.
Di bidang akademik, Jahja menyandang gelar Magister Sains (M.Si.)setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pada jenjang tersebut, ia mendalami bidang kebijakan publik dan birokrasi pemerintahan daerah, disiplin ilmu yang kemudian menjadi bekal dalam menjalankan berbagai penugasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Kini, tantangan yang dihadapi Jahja jauh lebih besar. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah, ia memimpin salah satu organisasi perangkat daerah dengan lingkup kerja yang sangat strategis. Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan menengah, pendidikan khusus, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, hingga pelaksanaan berbagai program peningkatan mutu sumber daya manusia di Sulawesi Utara.(*)
Editor : Angel Rumeen