Manfaatkan Ember Bekas, Rangga: Perumda Pasar Lagi Perang Lawan Sampah

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:14 WIB
PATUT DITELADANI: Perumda Pasar Manado kini menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya
PATUT DITELADANI: Perumda Pasar Manado kini menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya

MANADOPOST.ID — Upaya membangun budaya kebersihan di lingkungan pasar mulai digerakkan Perumda Pasar Manado dari titik paling dekat yakni Kantor Pusat.

Tak sekadar menambah fasilitas kebersihan, Perumda Pasar Manado kini menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini menjadi fondasi awal sebelum gerakan serupa diperluas ke seluruh unit dan area pasar yang berada di bawah pengelolaan perusahaan daerah tersebut.

Menariknya, gerakan itu tidak diawali dengan pengadaan sarana baru yang mahal. Perumda Pasar Manado justru memanfaatkan ember bekas yang masih layak pakai sebagai wadah pemilahan sampah.

Di Kantor Pusat, sampah dipilah ke dalam empat kategori, yakni organik, anorganik, B3 (bahan berbahaya dan beracun), serta residu.

Direktur Umum Perumda Pasar Manado, Rangga Paonganan, mengatakan pemilahan sengaja dimulai dari internal kantor agar para pegawai terlebih dahulu memahami sekaligus mempraktikkan kebiasaan tersebut sebelum melakukan edukasi ke unit-unit pasar.

“Kita mulai dari kantor pusat. Sebelum kita mengajak dan melakukan sosialisasi ke unit-unit pasar, tentunya kita harus mulai dari diri kita sendiri. Pegawai di kantor pusat harus memahami dan menerapkan terlebih dahulu bagaimana memilah sampah dengan benar,” ujar Rangga.

Menurut dia, langkah tersebut bukan semata-mata persoalan menyediakan wadah sampah berdasarkan kategori. Lebih dari itu, Perumda Pasar Manado ingin membangun perubahan perilaku dan menanamkan kesadaran bahwa sampah harus ditangani sejak pertama kali dihasilkan.

Pemanfaatan ember bekas, kata Rangga, juga membawa pesan tersendiri. Barang yang dianggap sudah tidak terpakai masih dapat diberi fungsi baru sepanjang kondisinya memungkinkan.

“Kita memanfaatkan ember bekas yang masih bisa digunakan. Ini sederhana, tetapi pesan yang ingin kita sampaikan adalah barang yang sudah tidak terpakai masih bisa memiliki manfaat. Yang penting adalah kemauan untuk mengurangi sampah dan mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Skema pengelolaan selanjutnya juga mulai dipetakan. Sampah organik yang terkumpul akan diarahkan untuk budidaya maggot maupun diolah menjadi pupuk kompos.

Sementara itu, sampah anorganik akan dipilah untuk kemudian didaur ulang melalui kerja sama dengan bank sampah. Adapun sampah B3 dan residu akan ditangani secara terpisah sesuai karakteristik serta ketentuan pengelolaannya.

Pola tersebut diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa sampah bukan semata-mata material buangan yang berakhir di tempat pembuangan. Dengan pemilahan dari sumber, sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Bagi Perumda Pasar Manado, Kantor Pusat kini diposisikan sebagai laboratorium awal perubahan budaya kebersihan. Para pegawai tidak hanya dituntut mengetahui kategori sampah, tetapi juga menjadi contoh sebelum pesan tersebut dibawa ke lingkungan pasar.

Setelah mekanisme di internal kantor berjalan, pegawai akan turut berperan dalam sosialisasi dan edukasi kepada unit-unit pasar. Dengan demikian, penerapan pemilahan sampah diharapkan berlangsung secara bertahap, bukan sekadar instruksi administratif yang berhenti pada penyediaan tempat sampah.

Rangga menegaskan, keberhasilan gerakan tersebut pada akhirnya sangat bergantung pada konsistensi dan kemauan seluruh insan pasar untuk menjadikannya sebagai perilaku sehari-hari.

“Kita ingin ini menjadi kebiasaan, bukan sekadar program. Dari kantor pusat kita mulai, kemudian kita bawa ke unit-unit pasar. Harapannya, seluruh area pasar nantinya memiliki budaya memilah sampah dari sumbernya,” pungkasnya.

Langkah sederhana dengan ember bekas itu pun menjadi simbol bahwa transformasi kebersihan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang baru. Yang paling dibutuhkan justru kemauan untuk memulai, disiplin untuk memilah, dan konsistensi untuk menjadikannya kebiasaan. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Rangga Paonganan Kebersihan MANADO Perumda Pasar