CEP Gerak Cepat Perjuangkan Kepentingan Rakyat Kepulauan, Sitaro Diprioritaskan Pasokan BBM

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:38 WIB
UNTUK RAKYAT: Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA, melakukan Kunjungan Kerja Pengawasan di PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bitung
UNTUK RAKYAT: Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA, melakukan Kunjungan Kerja Pengawasan di PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Bitung

MANADOPOST.ID — Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) langsung mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Komisi VI Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Di tengah kondisi geografis kepulauan yang memiliki tantangan distribusi berbeda dengan wilayah daratan, CEP bergerak cepat merespons keluhan masyarakat. 

Ia langsung mengorkestrasi koordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga untuk memastikan persoalan pasokan energi di Sitaro segera mendapatkan jalan keluar.

Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana jalur kemitraan antara DPR RI dan badan usaha milik negara (BUMN) dapat dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret, terutama bagi daerah kepulauan yang sangat bergantung pada kelancaran rantai distribusi energi.

CEP mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan jajaran Pertamina Patra Niaga, tersendatnya pasokan BBM ke Sitaro dipengaruhi kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Cuaca ekstrem membuat kapal transportir yang sebelumnya bergerak dari Sitaro menuju Bitung mengalami kendala pelayaran. Kondisi ini kemudian berimbas terhadap ritme distribusi BBM ke wilayah kepulauan.

Namun, CEP memastikan persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Namun berdasarkan koordinasi saya dengan Dirut PT Pertamina Patra Niaga bahwa hari ini kapal dari Siau sudah mendapatkan izin dari Syahbandar untuk kembali berlayar ke Bitung. Kemudian sudah saya koordinasi untuk daerah ini menjadi prioritas untuk segera dikirim BBM, dan telah disetujui pihak Pertamina,” ujar CEP.

Menurutnya, aspek geografis dan ketergantungan masyarakat kepulauan terhadap transportasi laut membuat distribusi energi membutuhkan penanganan yang lebih adaptif.

Gangguan pelayaran, sekecil apa pun, dapat beresonansi terhadap ketersediaan BBM di daerah tujuan.

Karena itu, CEP mendorong agar Sitaro mendapat perhatian dalam skema distribusi BBM, sehingga kebutuhan masyarakat tidak kembali terhambat ketika terjadi gangguan transportasi akibat faktor cuaca.

Gerak cepat CEP sekaligus menegaskan pentingnya konektivitas antarpulau dalam menjaga ketahanan energi daerah.

Bagi masyarakat Sitaro, BBM bukan sekadar komoditas energi, melainkan salah satu penopang aktivitas ekonomi, transportasi, pelayanan publik hingga mobilitas warga.

Koordinasi lintas institusi pun menjadi kunci agar persoalan di wilayah kepulauan tidak terjebak dalam panjangnya rantai birokrasi.

CEP menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga yang dinilai responsif terhadap persoalan tersebut dan memberikan ruang prioritas bagi pengiriman BBM ke Sitaro.

“Saya tentu mengucapkan banyak terima kasih atas respon cepat Pak Dirut PT Pertamina Patra Niaga menyikapi hal ini,” katanya.

Bagi CEP, keberpihakan terhadap masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya. Terlebih bagi masyarakat di wilayah kepulauan, kehadiran negara harus terasa melalui pelayanan publik yang cepat, distribusi kebutuhan pokok yang terjamin dan akses energi yang tidak tersendat.

Respons CEP terhadap persoalan BBM Sitaro menjadi bagian dari upaya memperkuat jembatan antara aspirasi masyarakat daerah dan kebijakan sektor BUMN di tingkat nasional.

Dengan koordinasi langsung bersama Pertamina Patra Niaga, persoalan pasokan BBM di Sitaro kini mendapat atensi dan prioritas untuk segera ditangani. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
BBM Christiany Eugenia Paruntu CEP Sitaro Pertamina