Rincian 318 Pejabat Fungsional yang Dilantik Gubernur Yulius Selvanus

Angel Rumeen • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:37 WIB
Pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sulut, Senin (7/9).
Pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sulut, Senin (7/9).

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat kapasitas aparatur melalui pelantikan 318 pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sulut, Senin (7/9). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menata organisasi sekaligus memperkuat keahlian teknis aparatur sesuai bidang tugas masing-masing.

 

Dari total 318 pejabat fungsional yang dilantik, terdiri dari 4 orang pejabat fungsional bidang pengadaan barang dan jasa, 29 pejabat fungsional guru, 180 pejabat fungsional tenaga kesehatan, serta 105 pejabat fungsional bidang kehutanan.

 

Komposisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap aparatur dengan kompetensi teknis yang beragam, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta bidang strategis lainnya seperti kehutanan dan pengadaan barang dan jasa.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan pelantikan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda formal pemerintahan. Menurutnya, pengangkatan pejabat fungsional merupakan bagian dari pembinaan, pemantapan keahlian, dan penataan organisasi untuk membangun tata kelola pemerintahan yang semakin profesional serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Pelantikan Pejabat Fungsional hari ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keahlian teknis dan kapasitas kinerja organisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.

 

Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas berdasarkan kompetensi dan bidang keahlian masing-masing. Dengan penempatan sumber daya manusia yang tepat, pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Khususnya dengan jumlah tenaga kesehatan yang mencapai 180 orang, penguatan sumber daya manusia pada sektor kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam komposisi pelantikan kali ini. Begitu pula dengan 29 pejabat fungsional guru yang diharapkan dapat memperkuat sektor pendidikan di Sulawesi Utara.

 

Sementara itu, keberadaan 105 pejabat fungsional bidang kehutanan menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pemerintahan di sektor pengelolaan dan pembangunan kehutanan. Adapun empat pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa diharapkan memperkuat kapasitas teknis pemerintah dalam menjalankan proses pengadaan secara profesional dan sesuai ketentuan.

 

Gubernur menilai penguatan kompetensi ASN harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas organisasi. Menurutnya, birokrasi yang kuat membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja secara disiplin, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

 

Karena itu, kepada 318 pejabat fungsional yang baru dilantik, Gubernur meminta agar mereka segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Para pejabat juga diminta terus meningkatkan kompetensi dan literasi, membangun komunikasi yang baik, serta menjalin kolaborasi dengan pimpinan maupun rekan kerja.

 

“Terus tingkatkan kompetensi dan literasi, bangun komunikasi serta lakukan kolaborasi yang harmonis dengan pimpinan dan rekan kerja,” pesannya.

 

Gubernur juga mengingatkan agar para pejabat tidak berhenti pada pelaksanaan tugas secara rutin. Mereka didorong berani memberikan gagasan dan solusi yang dapat membantu pemerintah menghadapi berbagai tantangan pembangunan, dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

 

Pelantikan ini berlangsung di tengah berbagai capaian yang telah diraih Sulawesi Utara dalam sejumlah bidang. Gubernur menyebut capaian dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan keuangan, pembangunan sumber daya manusia, dan peningkatan arus investasi sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan.

 

Namun, capaian tersebut menurutnya bukan alasan bagi aparatur untuk berpuas diri. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari percepatan program prioritas pembangunan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

“Kita tidak ingin cepat berpuas diri. Prestasi adalah pemicu semangat, bukan alasan untuk berhenti berbenah,” tegasnya.

 

Dalam konteks tersebut, keberadaan 318 pejabat fungsional diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya. Tenaga kesehatan, guru, pejabat bidang kehutanan, serta aparatur di bidang pengadaan barang dan jasa memiliki peran masing-masing dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

 

Gubernur juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. Para pejabat yang baru dilantik diminta menjauhi penyalahgunaan wewenang serta tindakan yang bertentangan dengan hukum.

 

“Jalankan amanah dengan memegang teguh prinsip integritas, profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan rasa tanggung jawab,” katanya.

 

Selain penguatan kapasitas individu, Gubernur meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kerja sama. Menurutnya, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja sehingga diperlukan sinergi lintas sektor.

 

Ia mengajak seluruh jajaran Pemprov Sulut meninggalkan ego sektoral dan membangun budaya kerja yang saling mendukung, menghargai, serta memperkuat.

 

Rincian 318 pejabat fungsional yang dilantik:

 

4 orang bidang Pengadaan Barang dan Jasa

29 orang Guru

180 orang Tenaga Kesehatan

105 orang Kehutanan

Total: 318 orang.

Editor : Angel Rumeen
Pemprov Sulut