Amankan Pasokan Cabe, Cegah Lonjakan Harga dan Tekanan Inflasi Daerah

Angel Rumeen • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:49 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah dengan memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan harga komoditas pangan, terutama cabe. Komoditas tersebut menjadi salah satu bahan pangan strategis yang pergerakan harganya dapat memengaruhi kondisi inflasi sekaligus daya beli masyarakat.

 

Langkah tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (7/9) dari Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.

 

Dalam rakor tersebut, Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemangku kepentingan lainnya bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan terhadap produksi maupun distribusi cabe.

 

Perhatian tersebut semakin penting karena adanya potensi pengaruh fenomena El Nino terhadap kondisi cuaca dan sektor pertanian. Perubahan pola cuaca dan ketersediaan air berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, gangguan produksi dapat berlanjut pada berkurangnya pasokan dan meningkatnya harga di tingkat konsumen.

 

“Kita harus mengantisipasi sejak dini dampak perubahan cuaca dan El Nino terhadap produksi pangan. Jangan sampai gangguan produksi dan distribusi menyebabkan pasokan berkurang dan harga meningkat sehingga membebani masyarakat,” tegas Yulius.

 

Sebagai langkah awal, Gubernur menginstruksikan dilakukannya pemetaan menyeluruh terhadap produksi dan ketersediaan cabe di Sulawesi Utara. Pemetaan terutama diarahkan pada wilayah yang menjadi sentra produksi sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi pasokan secara lebih cepat dan akurat.

 

Informasi mengenai produksi menjadi penting dalam menentukan langkah intervensi pemerintah. Ketika produksi mencukupi kebutuhan, pemerintah dapat fokus memastikan distribusi berjalan lancar. Namun apabila pasokan mulai mengalami kekurangan, langkah antisipasi dapat segera dilakukan sebelum terjadi gejolak harga yang lebih besar.

 

Karena itu, jalur distribusi dari sentra produksi menuju pasar dan wilayah konsumen juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah diminta memastikan tidak terjadi hambatan yang dapat mengganggu ketersediaan cabe di pasar.

 

Gubernur menegaskan, pemerintah tidak akan menunggu hingga kenaikan harga terjadi secara signifikan. Jika produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemprov Sulut akan membuka opsi mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah.

 

“Apabila produksi dan pasokan lokal tidak mencukupi, kita harus segera membuka akses pasokan dari daerah lain. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujar Yulius.(gel)

 

 

Editor : Angel Rumeen
Yulius Selvanus Harga Cabe