Rona Budaya Lestarikan Warisan dan Dorong Ekonomi Kreatif

Angel Rumeen • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:00 WIB
Rona Budaya Sulut 2026
Rona Budaya Sulut 2026

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan Rona Budaya Sulut 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan atas kekayaan tradisi dan adat istiadat, tetapi diarahkan menjadi ruang strategis untuk menjaga warisan budaya, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka peluang bagi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

 

Mengangkat tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas”, Rona Budaya Sulut 2026 mempertemukan tiga pilar kebudayaan yang menjadi bagian penting dari keberagaman Sulawesi Utara, yakni Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya.

 

Gubernur Sulawesi Utara Yulius menegaskan, kebudayaan memiliki posisi yang jauh lebih penting daripada sekadar menjadi catatan sejarah. Menurutnya, budaya merupakan bagian dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus modal penting bagi pembangunan daerah.

 

“Kebudayaan bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah, melainkan benteng pertahanan jati diri serta mesin penggerak kemajuan daerah di masa depan,” ujar Gubernur Yulius.

 

Pernyataan tersebut menunjukkan arah penyelenggaraan Rona Budaya Sulut 2026 yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ingin menjadikan kebudayaan sebagai bagian yang terintegrasi dengan pembangunan, terutama dalam pelestarian tradisi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor ekonomi yang bersumber dari kekayaan budaya lokal.

 

Selama rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sebulan, sejumlah agenda kebudayaan akan digelar. Di antaranya Pekan Bataha Santiago, Pekan Maria Walanda Maramis, Pekan Adampe Dolot, hingga Pekan Keragaman Nusantara. Kehadiran berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal, menghidupkan dan meneruskan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

 

Bagi pemerintah daerah, pelestarian budaya juga memiliki hubungan erat dengan peluang ekonomi. Gubernur Yulius menekankan agar Rona Budaya mampu memberikan manfaat langsung kepada pelaku seni, UMKM, komunitas budaya dan masyarakat yang bergerak di sektor kreatif.

 

“Rona Budaya Sulawesi Utara harus mampu melestarikan Warisan Budaya Takbenda, memberdayakan ekonomi kreatif dan UMKM kebudayaan lokal, serta memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” tegasnya.

 

Dengan pendekatan tersebut, kebudayaan diharapkan tidak hanya dipertahankan sebagai identitas, tetapi juga dikembangkan menjadi daya tarik yang mampu memperkuat sektor pariwisata Sulawesi Utara.

 

Gubernur Yulius turut mengajak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Bentuknya dapat dilakukan melalui pembinaan pelaku seni, fasilitasi bagi UMKM lokal, serta memasukkan nilai-nilai budaya dalam berbagai kebijakan pembangunan.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen
Rona Budaya