GEKRAFS Gebrak Berlin Jerman, Buka Pintu Ekraf Indonesia ke Pasar Eropa
BUKA: Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu di sela-sela kegiatan perdana di Berlin, Jerman, Sabtu (19/9).
MANADOPOST.ID-Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) terus memperkuat pijakannya di Eropa. Melalui Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Jerman, organisasi ini sukses menggelar kegiatan perdana di Berlin, Sabtu (19/9).
Bukan sekadar pertunjukan budaya, agenda yang berlangsung di Bunker West Berlin tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan bisnis sekaligus jembatan kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan dunia usaha Jerman dan negara-negara Eropa.
Momentum ini dinilai semakin strategis menjelang implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dengan hadirnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Abdul Kadir Jailani bersama jajaran KBRI Berlin. Hadir pula Atase Perdagangan RI Febi Adrian, Atase Pertahanan Kolonel Inf Hanry Buchori serta sejumlah perwakilan dan mitra terkait.
Yang menarik, sejumlah pengusaha Jerman dari Berlin dan sekitarnya turut hadir. Kehadiran mereka membuka ruang pertemuan langsung, pertukaran informasi, networking hingga penjajakan peluang kerja sama dengan pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Dengan demikian, DPLN GEKRAFS Jerman tidak hanya menjadi etalase budaya Indonesia di Eropa, tetapi diarahkan menjadi business bridge yang mempertemukan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar dan komunitas bisnis Jerman.
Dukungan dari pemerintah Indonesia turut mengalir melalui sambutan video Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya.
Menteri Ekraf memberikan apresiasi terhadap langkah GEKRAFS memperluas jejaring ekonomi kreatif Indonesia ke tingkat internasional. Jaringan DPLN di berbagai negara diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang promosi, kolaborasi, investasi dan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian juga menyampaikan sambutan melalui video. Kawendra tidak dapat hadir langsung di Berlin karena pada waktu yang sama berada di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk menjalankan agenda internasional GEKRAFS berupa pelantikan DPLN GEKRAFS Emirates.
Menurut Kawendra, jaringan internasional GEKRAFS harus menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas, talenta, gagasan, produk dan peluang usaha Indonesia dengan mitra di berbagai belahan dunia.
Ia menegaskan, penguatan DPLN di berbagai negara bukan semata-mata memperluas struktur organisasi, tetapi membangun ekosistem kolaborasi global yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Semangat kita adalah kolaborasi lintas negara. Kita ingin para pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh di dalam negeri, tetapi juga memiliki jaringan, mitra dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan pelaku kreatif dan dunia usaha dari berbagai negara,” ujar Kawendra.
Berlangsungnya agenda GEKRAFS secara bersamaan di Berlin dan Dubai pada hari yang sama menjadi bagian dari pengembangan jaringan internasional organisasi tersebut.
Dukungan juga datang melalui sambutan video Bupati Pacitan yang mengapresiasi penyelenggaraan GEKRAFS di Berlin serta pentingnya membuka akses internasional bagi potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah Indonesia.
Di balik penguatan jaringan tersebut, Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS Osco Olfriady Letunggamu menegaskan, kegiatan Berlin merupakan bagian dari program aktivasi dan pembinaan DPLN GEKRAFS di luar negeri, khususnya kawasan Eropa.
Menurut Osco, langkah tersebut menjadi semakin penting untuk mempersiapkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia menghadapi terbukanya akses perdagangan dengan Eropa melalui IEU-CEPA.
“Kegiatan di Berlin ini merupakan bagian dari program aktivasi dan pembinaan DPLN GEKRAFS yang kami lakukan. Kita ingin mempersiapkan infrastruktur GEKRAFS di luar negeri, khususnya di Eropa, sehingga ketika implementasi IEU-CEPA berjalan, pelaku ekonomi kreatif Indonesia sudah memiliki jaringan dan pintu masuk di negara-negara Eropa,” ujar Osco.
Ia menjelaskan, DPLN GEKRAFS di setiap negara nantinya tidak hanya berfungsi sebagai representasi organisasi, tetapi dikembangkan menjadi pusat informasi, networking dan kolaborasi bisnis.
“DPLN GEKRAFS di setiap negara harus bisa menjadi pusat informasi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang ingin masuk ke pasar tersebut. Pada saat yang sama, DPLN juga dapat menjadi jembatan bagi pengusaha lokal di negara tersebut yang ingin mencari mitra, produk, talenta maupun peluang kolaborasi dengan pengusaha ekonomi kreatif di Indonesia,” jelasnya.
Pengalaman Osco yang pernah menjabat Ketua Komite Eropa dan Rusia KADIN Indonesia menjadi salah satu modal dalam membangun jaringan tersebut.
Ia memahami bahwa masuk ke pasar Eropa tidak cukup hanya dengan memiliki produk berkualitas. Pelaku usaha Indonesia juga perlu memahami regulasi, standar pasar, jaringan distribusi, karakter konsumen hingga budaya berbisnis di masing-masing negara.
Konsep itu kemudian diwujudkan dalam kegiatan Berlin yang memadukan business forum dengan UMKM, seni budaya, kuliner dan musik.
Dalam business forum, Osco bersama Atase Perdagangan RI di Jerman Febi Adrian menjadi pembicara utama. Keduanya membahas peluang sekaligus tantangan yang perlu dipahami pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Jerman dan Eropa.
Kehadiran pengusaha Jerman menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Komunikasi langsung antara pelaku usaha kedua negara membuka peluang untuk membangun jejaring dan menjajaki potensi kerja sama konkret.
Bagi GEKRAFS, pola tersebut menjadi bagian dari misi menjadikan DPLN sebagai business bridge antara ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dan pasar internasional.
Suasana semakin meriah ketika panggung diisi penampilan Sandhy Sondoro & Friends bersama Indro Hardjodikoro (Indro Bass). Pertunjukan musik yang berlangsung dalam dua sesi tersebut menjadi salah satu puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan.
Osco menilai perpaduan antara bisnis dan budaya merupakan bagian penting dalam strategi internasionalisasi ekonomi kreatif Indonesia.
“Kita datang ke Eropa bukan hanya untuk menjual produk. Kita membawa Indonesia—budayanya, kreativitasnya, talentanya dan cara kita membangun hubungan. Dari budaya kita membangun persahabatan, dari persahabatan kita membangun kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah kolaborasi bisnis dapat berkembang,” kata Osco.
Ke depan, GEKRAFS menargetkan jaringan DPLN di berbagai negara semakin terhubung sebagai international creative economy network bagi Indonesia.
Jaringan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang ingin berekspansi ke luar negeri, mulai dari informasi pasar, jaringan bisnis, promosi, investasi, kolaborasi hingga peluang distribusi.
Kesuksesan agenda perdana di Berlin menjadi langkah awal DPLN GEKRAFS Jerman dalam menjalankan peran tersebut sekaligus memperkuat kehadiran ekonomi kreatif Indonesia di Eropa.
Di saat yang sama, agenda GEKRAFS di Dubai memperlihatkan geliat pengembangan simpul-simpul internasional organisasi tersebut di berbagai pusat ekonomi dunia.
Dari Berlin, GEKRAFS membawa pesan bahwa kreativitas dan budaya Indonesia bukan hanya untuk diperkenalkan kepada dunia. Lebih dari itu, keduanya dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan, membuka pasar dan menciptakan kolaborasi ekonomi global. (lak)
Editor : Livrando Kambey