MANADOPOST.ID-Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) terus memperluas jaringan internasional dengan meresmikan kepengurusan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Arab Saudi periode 2026–2029.
Keberadaan DPLN GEKRAFS Arab Saudi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan memperluas pasar produk Indonesia di kawasan Timur Tengah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Salah satunya bagi jamaah Umrah dan Haji asal Sulawesi Utara yang membutuhkan informasi maupun koneksi selama berada di Arab Saudi.
Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu, mengatakan jaringan GEKRAFS di Arab Saudi siap membantu masyarakat Indonesia sesuai kapasitas dan jaringan yang dimiliki.
“GEKRAFS Arab Saudi bukan hanya kita bangun untuk kepentingan ekonomi kreatif dan bisnis. Saya berharap keberadaan teman-teman GEKRAFS dan diaspora Indonesia di Arab Saudi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Osco.
Menurutnya, GEKRAFS Arab Saudi dapat menjadi salah satu jaringan yang membantu jamaah Umrah dan Haji asal Sulawesi Utara yang membutuhkan informasi maupun koneksi selama berada di Arab Saudi.
“Tentunya tetap berkoordinasi dengan institusi resmi Indonesia di Arab Saudi apabila diperlukan,” tambahnya.
Osco menilai, keberadaan masyarakat Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di Arab Saudi merupakan aset penting yang dapat dioptimalkan, baik untuk kepentingan ekonomi kreatif maupun memberikan manfaat sosial.
“Kita memiliki jaringan orang Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di Arab Saudi. Jaringan ini adalah aset. Kalau ada masyarakat Sulawesi Utara yang datang untuk Umrah maupun Haji dan membutuhkan informasi atau koneksi, kita ingin teman-teman GEKRAFS di Arab Saudi dapat menjadi salah satu jaringan yang bisa membantu,” jelas Osco.
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, GEKRAFS juga menjalankan Creative Economy Diplomatic Mission 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi kreatif Indonesia melalui jaringan internasional.
Osco mengatakan diplomasi kreatif harus diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan manfaat ekonomi secara konkret.
“Diplomasi kreatif tidak boleh berhenti pada memperkenalkan budaya dan produk Indonesia. Tahap berikutnya adalah bagaimana diplomasi tersebut menghasilkan pertemuan bisnis, membuka pasar, membangun kemitraan, dan pada akhirnya menciptakan transaksi serta kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Osco, Arab Saudi memiliki karakteristik yang menarik karena kuatnya hubungan masyarakat dengan Indonesia. Keberadaan diaspora Indonesia, pekerja profesional, pelaku usaha, mahasiswa, serta tingginya mobilitas masyarakat Indonesia untuk kegiatan Haji dan Umrah menciptakan ekosistem yang dapat dikembangkan.
GEKRAFS melihat mobilitas masyarakat Indonesia ke Arab Saudi juga membuka peluang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Mulai dari kuliner, modest fashion, kriya dan suvenir, konten digital, aplikasi dan teknologi, desain, fotografi dan videografi, jasa perjalanan, hingga berbagai produk dan layanan pendukung berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi Indonesia dan Arab Saudi
Pelantikan DPLN GEKRAFS Arab Saudi turut dirangkaikan dengan Creative Talk, Business Matching, dan Mini Expo.
Creative Talk menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perkembangan ekonomi kreatif dan potensi kolaborasi Indonesia–Arab Saudi. Sementara Business Matching diarahkan untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan jaringan usaha dan calon mitra.
Adapun Mini Expo menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, karya, serta potensi ekonomi kreatif Indonesia.
GEKRAFS berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut berupa penjajakan bisnis, distribusi produk, investasi, kemitraan hingga kolaborasi lintas sektor.
Ekspansi GEKRAFS ke Arab Saudi berlangsung di tengah transformasi ekonomi Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030, yang membuka peluang di sektor investasi, pariwisata, teknologi, budaya, hiburan dan industri kreatif.
Momentum tersebut dinilai menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk membangun posisi dan jaringan yang lebih kuat di Arab Saudi.
“Indonesia mempunyai kreativitas, talenta, produk, budaya, dan jumlah pelaku ekonomi kreatif yang sangat besar. Tugas kita adalah membangun jembatan agar kekuatan tersebut terkoneksi dengan pasar internasional.
GEKRAFS ingin jaringan luar negeri menjadi bagian dari infrastruktur menuju ke sana,” kata Osco.
Pembentukan DPLN GEKRAFS Arab Saudi menjadi bagian dari strategi internasionalisasi GEKRAFS dalam membangun jaringan ekonomi kreatif Indonesia di berbagai pusat ekonomi dunia.
Melalui jaringan DPLN, GEKRAFS mendorong terbentuknya simpul kolaborasi yang dapat membantu pelaku ekonomi kreatif Indonesia mendapatkan informasi pasar, menemukan mitra, melakukan business matching, mempromosikan produk dan jasa, serta membangun kerja sama lintas negara.
Di sisi lain, jaringan diaspora tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia, termasuk jamaah asal Sulawesi Utara yang melaksanakan Umrah maupun Haji di Arab Saudi.
“Bagi saya, ukuran keberhasilan organisasi di luar negeri bukan hanya berapa banyak kegiatan yang kita buat, tetapi seberapa besar keberadaan kita memberikan manfaat. Termasuk ketika ada saudara-saudara kita dari Sulawesi Utara yang datang menunaikan Umrah dan Haji ke Tanah Suci,” tutup Osco.
Pembentukan DPLN GEKRAFS Arab Saudi menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan ekonomi kreatif Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Jaringan tersebut diharapkan membuka akses lebih luas bagi produk, jasa, talenta, serta pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk terhubung dengan pasar dan mitra di Arab Saudi.
Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengatakan Arab Saudi merupakan salah satu negara strategis dalam pengembangan pasar ekonomi kreatif Indonesia.
Menurutnya, DPLN GEKRAFS di berbagai negara tidak hanya berfungsi sebagai organisasi diaspora, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan ekonomi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra bisnis dan ekosistem lokal.
“Arab Saudi memiliki peluang yang sangat besar. Kita ingin pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya datang membawa produk, tetapi mampu membangun jaringan, kolaborasi, dan akses bisnis yang berkelanjutan,” kata Kawendra.
Sementara itu, Ketua DPLN GEKRAFS Arab Saudi, Isradi F Syafruddin mengatakan, kepengurusan yang baru dikukuhkan akan berupaya membangun jaringan aktif dan membuka ruang kolaborasi antara ekosistem kreatif kedua negara.
“Melalui DPLN GEKRAFS Arab Saudi, kami ingin menjadi penghubung agar berbagai potensi yang ada dapat diterjemahkan menjadi kerja sama nyata. Diaspora Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperluas koneksi dan membuka peluang pasar,” ujar Isradi. (lak)
Editor : Livrando Kambey