Dosen Unima Olah Ikan Nike Danau Tondano Jadi Nugget, Dukung Menu MBG

Angel Rumeen • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:29 WIB
Tim PKM FMIPAK Unima melatih guru, siswa, dan pengelola kantin SMA Negeri 1 Langowan.
Tim PKM FMIPAK Unima melatih guru, siswa, dan pengelola kantin SMA Negeri 1 Langowan.

 

MANADOPOST.ID – Ikan nike khas Danau Tondano kini punya wajah baru di sekolah. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Manado (Unima) mengolahnya menjadi nugget bergizi sebagai alternatif lauk untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Langowan, Kabupaten Minahasa.

Kegiatan berskema PKM PNBP Unima 2026 ini diketuai Prof. Dr. Herry Maurits Sumampouw, MPd, Guru Besar Pendidikan Biologi FMIPAK Unima. Ia didampingi anggota tim Prof. Dr. Mokosuli Yermia Semuel, SSi, MSi, serta lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

Selama tiga bulan, tim melatih 40 peserta yang terdiri atas 5 guru, 30 siswa, dan 5 pengelola kantin. Materinya meliputi gizi seimbang, peran protein hewani bagi remaja, higiene dan sanitasi pangan, informasi alergen, hingga praktik membuat nugget dari awal sampai siap saji.

“Ikan nike ini sumber protein yang dekat dengan sekolah, tetapi selama ini hanya dijual segar, dikeringkan, atau digoreng. Kami ingin sekolah bisa mengolahnya sendiri menjadi lauk yang disukai siswa dan aman dikonsumsi,” kata Prof. Herry Sumampouw.

Tim menguji tiga formula dengan kandungan ikan nike 50, 60, dan 70 persen. Lima belas panelis dari kalangan siswa dan guru menilai warna, aroma, rasa, dan tekstur, lalu formula dengan 50 persen ikan nike menjadi yang paling disukai.

Hasil uji laboratorium menunjukkan nugget formula terpilih mengandung protein 12,5 persen, kadar air 47 persen, dan lemak 15 persen. Angka ini memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk nugget ikan (SNI 7758:2013) dan masuk kategori “sumber protein” menurut ketentuan BPOM.

Satu porsi sekitar 75 gram menyumbang kurang lebih 9 gram protein. Jumlah itu setara 12–14 persen kebutuhan protein harian remaja usia SMA.

Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah pelatihan. Rerata skor naik dari 62,2 menjadi 80,0, dan kenaikan terbesar terjadi pada pengelola kantin, dari 45 menjadi 75.

Menurut Prof. Mokosuli, nike Danau Tondano sebenarnya adalah anakan ikan payangka, ikan asli yang mendominasi tangkapan di danau itu. “Karena itu pemanfaatannya harus bijak. Ke depan kami dorong penggunaan payangka ukuran konsumsi juga, supaya populasinya di danau tetap lestari,” ujarnya.

Pihak SMA Negeri 1 Langowan menyambut baik kegiatan ini.

Sekolah kini memegang resep terstandar, modul, dan prosedur operasional baku (SOP) pembuatan nugget ikan nike. Tim merencanakan uji daya simpan dan uji mikrobiologis, menurunkan kadar lemak dengan cara memasak yang lebih sehat, serta berkoordinasi dengan penyelenggara MBG setempat.

“Harapan kami, pangan lokal Danau Tondano ikut mengisi piring anak-anak kita di sekolah,” tutup Prof. Herry. (*)

Editor : Angel Rumeen
Mbg Unima