CEP Kawal Langsung Bantuan Pangan di Bitung, Pastikan Ribuan Paket Beras Bulog Berkualitas

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 18:33 WIB
GERCEP: Anggota DPR RI Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu bersama Bulog dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
GERCEP: Anggota DPR RI Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu bersama Bulog dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

MANADOPOST.ID — Anggota Komisi VI DPR RI Dr. (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP) turun langsung mengawasi penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kota Bitung. 

Kehadirannya menjadi bentuk pengawasan terhadap program bantuan beras yang disalurkan melalui Perum Bulog, sekaligus memastikan masyarakat menerima beras yang layak konsumsi dan tepat sasaran.

Pemantauan dilakukan di Kelurahan Girian Atas dan Kelurahan Girian Indah, Senin (28/9/2026), saat ribuan paket bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 mulai disalurkan kepada para Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Dalam kegiatan tersebut, CEP memeriksa langsung kualitas beras yang diterima masyarakat. Ia memastikan setiap karung beras dalam kondisi baik, bersih, tidak berbau, tidak berkutu maupun berserangga, sehingga layak dikonsumsi oleh keluarga penerima manfaat.

Turut mendampingi CEP dalam pemantauan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sulut dari Fraksi Partai Golkar Cindy Wurangian, Anggota DPRD Kota Bitung Melia Andriani Moesrin, serta Cherry Irene Mamesah.

Kepada Manado Post, Dr Christiany Eugenia Paruntu menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari fungsi DPR RI, khususnya Komisi VI yang membidangi pengawasan terhadap BUMN, termasuk Perum Bulog.

Menurut CEP, bantuan pangan bukan sekadar program distribusi beras, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

"Saya ingin memastikan sendiri bahwa beras yang diterima masyarakat benar-benar berkualitas, bersih, dan layak dikonsumsi. Jangan sampai ada masyarakat menerima beras yang rusak, berbau, atau tidak memenuhi standar. Itu yang menjadi perhatian kami dalam pengawasan," ujar CEP.

Ia mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kualitas beras yang disalurkan Bulog berada dalam kondisi baik dan siap dikonsumsi masyarakat.

CEP juga mengungkapkan bahwa dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI bersama pemerintah pusat dan Perum Bulog, telah disepakati bahwa program bantuan pangan akan terus bergulir hingga Desember 2026.

Menurutnya, keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara.

"Kami di Komisi VI DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati agar bantuan pangan ini dilanjutkan sampai Desember. Tujuannya jelas, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi," katanya.

CEP berharap seluruh proses penyaluran berlangsung transparan, tertib, dan benar-benar menjangkau masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

"Saya juga meminta agar penyalurannya tepat sasaran. Bantuan ini adalah hak masyarakat yang membutuhkan, sehingga seluruh pihak harus mengawal agar distribusinya berjalan dengan baik tanpa mengurangi kualitas maupun jumlah yang diterima warga," tambah mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode tersebut.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulut dan Gorontalo, Moh Junaedy, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan di Kota Bitung dilakukan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menyebutkan, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Bitung mencapai 21.146 keluarga, dengan total alokasi beras untuk tiga bulan mencapai 634.380 kilogram atau lebih dari 634 ton.

"Jumlah PBP di Kota Bitung sebanyak 21.146 penerima. Karena penyaluran dilakukan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September sekaligus, maka total kuantum pagunya mencapai 634.380 kilogram," jelas Junaedy.

Menurut Junaedy, setiap penerima memperoleh alokasi 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk tiga bulan masyarakat menerima 30 kilogram beras sekaligus.

Ia memastikan seluruh beras yang didistribusikan berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah melalui proses pemeriksaan mutu sebelum disalurkan.

"Kami memastikan beras yang keluar dari gudang Bulog memenuhi standar kualitas. Sebelum didistribusikan, dilakukan pengecekan kondisi fisik beras agar tetap bersih, tidak berkutu, tidak berbau, dan layak dikonsumsi masyarakat," tandasnya. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Golkar Bulog Beras Christiany Eugenia Paruntu CEP