GEKRAFS Portugal Buka Peluang Kerja Pelaut dan Nelayan Sulut di Eropa, Osco: Kami Siap Bantu

Livrando Kambey • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 18:05 WIB
PELUANG: Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu saat diskusi usai Pelantikan DPLN GEKRAFS Portugal di Lisbon
PELUANG: Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu saat diskusi usai Pelantikan DPLN GEKRAFS Portugal di Lisbon

 

MANADOPOST.ID-Pelantikan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Portugal tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat jejaring ekonomi kreatif Indonesia di Eropa. 

Tetapi juga membuka pembicaraan mengenai peluang tenaga kerja Indonesia di Portugal, khususnya pada sektor maritim dan perikanan.

Portugal merupakan negara dengan tradisi maritim dan industri perikanan yang kuat. Di tengah tantangan regenerasi tenaga kerja di sektor perikanan Eropa, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil di bidang maritim menjadi salah satu peluang yang dapat dijajaki oleh Indonesia.

Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu mengatakan, peluang tersebut sangat relevan bagi Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi yang sejak dahulu dikenal memiliki tradisi maritim yang kuat serta melahirkan banyak pelaut dan nelayan berpengalaman.

“Sulawesi sejak dahulu terkenal sebagai daerah yang menghasilkan pelaut-pelaut tangguh. Tradisi maritim masyarakat Sulawesi telah terbentuk selama bergenerasi. Ini merupakan modal yang sangat besar apabila dapat dipertemukan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor maritim dan perikanan di Portugal,” ujar Osco.

Secara khusus Osco menyampaikan potensi pelaut dan nelayan asal Sulawesi Utara di hadapan Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal.

Menurut Osco, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti secara terstruktur agar masyarakat yang berminat bekerja di sektor perikanan Portugal berangkat melalui jalur yang resmi, aman, profesional, serta memperoleh perlindungan sesuai ketentuan Indonesia maupun Portugal.

“Yang terpenting adalah demand atau kebutuhannya sudah ada. Selanjutnya kita perlu mempersiapkan supply tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi, sertifikasi dan kesiapan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Portugal,” kata Osco.

Ia mendorong para pelaut dan nelayan Sulawesi Utara yang berminat bekerja di luar negeri agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi pemerintah Indonesia yang berwenang menangani penempatan dan pelindungan pekerja migran, khususnya awak kapal dan pekerja sektor maritim.

Langkah tersebut penting agar calon pekerja memperoleh informasi mengenai kompetensi dan sertifikasi yang diperlukan, kontrak kerja, hak dan kewajiban, keselamatan kerja, visa dan izin kerja, serta mekanisme perlindungan selama berada di luar negeri.

Indonesia sendiri telah memiliki kerangka khusus mengenai penempatan dan pelindungan awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran, sehingga setiap proses penempatan harus mengikuti mekanisme resmi dan melibatkan lembaga pemerintah serta perusahaan penempatan yang memiliki kewenangan.

Osco menegaskan, DPLN GEKRAFS Portugal siap menjadi bagian dari jejaring pendukung bagi masyarakat Indonesia, termasuk pelaut dan nelayan asal Sulawesi Utara yang nantinya telah memenuhi seluruh persyaratan dan secara resmi bekerja di Portugal.

“DPLN GEKRAFS Portugal siap membantu membangun jaringan dan memberikan dukungan informasi kepada pelaut dan nelayan Sulawesi Utara yang nantinya telah melalui seluruh prosedur resmi dan tiba di Lisbon. Kita ingin diaspora Indonesia tidak berjalan sendiri, tetapi memiliki jaringan yang dapat membantu mereka beradaptasi dan membangun koneksi di Portugal,” jelas Osco.

Menurutnya, peran GEKRAFS bukan menggantikan fungsi pemerintah dalam penempatan tenaga kerja, melainkan memperkuat jejaring diaspora, membuka komunikasi dengan berbagai pihak, serta membantu menghubungkan potensi sumber daya manusia Indonesia dengan peluang ekonomi yang tersedia di luar negeri.

Pelantikan DPLN GEKRAFS Portugal sekaligus memperluas jaringan internasional GEKRAFS di kawasan Eropa. Kehadiran organisasi tersebut di Portugal diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi semakin banyak kolaborasi antara pelaku usaha, profesional, diaspora, dan institusi Indonesia dengan mitra-mitra di Portugal.

Momentum ini menjadi semakin strategis menjelang implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang diharapkan semakin membuka akses pasar dan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa.

Osco menilai bahwa manfaat hubungan Indonesia–Eropa tidak seharusnya hanya dirasakan perusahaan besar atau eksportir, tetapi juga perlu membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

“Kami ingin peluang dari hubungan Indonesia dan Eropa bisa dirasakan sampai ke daerah. Kalau Portugal membutuhkan tenaga profesional di sektor maritim, sementara Sulawesi memiliki sumber daya manusia dengan tradisi dan kemampuan melaut yang kuat, maka tugas kita adalah membantu mempertemukan kedua potensi tersebut melalui mekanisme yang benar,” katanya.

Bagi Sulawesi Utara yang memiliki garis pantai panjang, aktivitas perikanan yang kuat, serta masyarakat yang terbiasa dengan kehidupan maritim, peluang kerja internasional di sektor ini dinilai layak untuk dikembangkan secara lebih serius.

Ke depan, diperlukan pemetaan mengenai kebutuhan perusahaan perikanan dan pemilik kapal di Portugal, jumlah serta jenis tenaga kerja yang dibutuhkan, standar kompetensi, sertifikasi pelaut, kemampuan bahasa, sistem pengupahan, kontrak kerja, asuransi dan jaminan sosial, hingga mekanisme visa dan izin kerja.

Dengan persiapan tersebut, peluang tenaga kerja maritim tidak hanya menjadi kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Utara.

“Pelaut Sulawesi sudah dikenal sejak dahulu. Sekarang tantangannya adalah bagaimana keahlian dan tradisi tersebut kita tingkatkan dengan sertifikasi, kompetensi dan perlindungan yang baik sehingga mereka dapat bersaing secara profesional di pasar tenaga kerja internasional,” tutup Osco. (lak)

Editor : Livrando Kambey
Nelayan Sulut tenaga kerja Osco Olfriady Letunggamu pelaut