GMNI Manado Turun ke Pasar Bersehati Bagikan 2.000 Masker Gratis

Angel Rumeen • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:25 WIB
GMNI Manado membagikan masker pada warga yang ada di Pasar Bersehati Manado.
GMNI Manado membagikan masker pada warga yang ada di Pasar Bersehati Manado.

 

ManadoPost.id — Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi udara di Kota Manado, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado memilih turun langsung menemui masyarakat.

 

Mereka membagikan 2.000 masker gratis kepada warga di Pasar Bersehati sebagai upaya membantu masyarakat melindungi diri dari paparan udara yang tercemar.

 

Aksi tersebut dilakukan menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai semakin memburuk. Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua dan Kalimantan disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, selain kebakaran di kawasan Gunung Lokon.

 

Pasar Bersehati menjadi lokasi aksi karena kawasan ini merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi yang setiap hari dipadati pedagang, pekerja, dan masyarakat yang melakukan aktivitas jual beli.

 

Ketua DPC GMNI Manado Michelle Jacob, menegaskan persoalan kualitas udara tidak bisa dipandang sebagai masalah biasa. Dampaknya berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang harus menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja di luar ruangan.

 

Bagi para pedagang pasar, mengurangi aktivitas di luar rumah bukan perkara mudah. Kebutuhan untuk memperoleh penghasilan membuat mereka tetap harus berjualan meskipun kondisi udara sedang tidak mendukung.

 

Atas dasar itu, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk menghindari paparan polusi.

 

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian konkret sekaligus penegasan bahwa GMNI selalu hadir dan berjuang bersama rakyat. Kami memahami bahwa para pedagang dan masyarakat kecil harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun kondisi udara sedang tidak baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

 

Selain memberikan masker, GMNI Manado turut mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah perlindungan diri ketika kualitas udara memburuk.

 

Namun, bagi GMNI Manado, upaya tersebut tidak cukup jika hanya mengandalkan kesadaran masyarakat. Diperlukan keterlibatan pemerintah untuk menangani persoalan secara lebih luas, terutama dalam memberikan perlindungan kepada warga yang berisiko terpapar pencemaran udara.

 

Karena itu, GMNI Manado mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah penanganan yang konkret, cepat, dan terukur. Respons tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai serta risiko kesehatan akibat pencemaran udara dapat diminimalkan.

 

GMNI juga menekankan akses terhadap lingkungan yang sehat merupakan hal mendasar bagi masyarakat. Kualitas udara yang buruk tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan aktivitas ekonomi mereka.

 

GMNI Manado pun mendorong agar persoalan kualitas udara mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak terkait, sehingga masyarakat tidak harus menghadapi dampak pencemaran tanpa perlindungan yang memadai.(*)

Editor : Angel Rumeen
GMNI Manado Karhutla