Pemprov Sulut Luncurkan SULUT BLUE DATA

Angel Rumeen • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 16:22 WIB
Peluncuran SULUT BLUE DATA oleh Sekprov Sulut Tahlis Gallang.
Peluncuran SULUT BLUE DATA oleh Sekprov Sulut Tahlis Gallang.

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui peluncuran SULUT BLUE DATA, sebuah sistem integrasi data kelautan dan perikanan berbasis digital yang diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan ekonomi biru di daerah.

 

Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan kegiatan talk show bertajuk Membangun Kolaborasi dan Integrasi Data Kelautan dan Perikanan Berbasis Digital guna Mendukung Pembangunan Ekonomi Biru di Sulawesi Utara, yang berlangsung di Hotel Sentra, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (2/11/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bersama seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan inovasi digital tersebut.

 

Menurut Tahlis, kehadiran SULUT BLUE DATA merupakan langkah penting dalam mendorong perubahan tata kelola sektor kelautan dan perikanan agar semakin modern, terintegrasi, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.

 

Ia menilai Sulawesi Utara memiliki kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Berdasarkan data yang disampaikan, produksi perikanan tangkap Sulawesi Utara pada 2025 tercatat lebih dari 370 ribu ton. Sementara itu, potensi lahan budidaya perikanan mencapai lebih dari 171 ribu hektare yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.

 

Besarnya potensi tersebut, menurut Tahlis, harus diikuti dengan sistem pengelolaan yang produktif, terukur, dan berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya laut tetap memperhatikan kelestarian ekosistem.

 

"Data yang akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam perencanaan kebijakan, pengawasan, hingga evaluasi pembangunan ekonomi biru," tegas Tahlis.

 

Ia menjelaskan, SULUT BLUE DATA tidak boleh dipandang hanya sebagai aplikasi teknologi informasi. Lebih dari itu, sistem tersebut dirancang sebagai ekosistem kolaborasi yang menghubungkan berbagai sumber data dari pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.(*)

 

 

Editor : Angel Rumeen
Pemprov Sulut