Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026

Tina Mamangkey • Senin, 16 Februari 2026 | 18:54 WIB

Ilustrasi, Ramadan penuh berkah
Ilustrasi, Ramadan penuh berkah

MANADOPOST.ID - Penentuan awal Ramadhan selalu menjadi momen penting yang dinantikan umat Islam.

Selain sebagai penanda dimulainya ibadah puasa, keputusan ini juga menjadi pedoman bagi berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

Untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal 1 Ramadhan, bahkan jauh sebelum bulan suci itu tiba.

Berbeda dengan sebagian pihak yang masih menunggu hasil pengamatan hilal, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan dengan metode hisab hakiki yang berbasis perhitungan astronomi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Keputusan ini sebenarnya telah diumumkan sejak Oktober 2025 melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Artinya, jauh sebelum bulan Ramadhan mendekat, Muhammadiyah sudah memastikan tanggal dimulainya puasa.

"Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan berlaku serentak secara global," demikian pengumuman Muhammadiyah berdasarkan keterangan di laman website resminya, muhammadiyah.or.id.

Dengan keputusan tersebut, warga Muhammadiyah di Indonesia maupun di berbagai negara dapat mempersiapkan diri lebih awal menyambut datangnya bulan suci.

Dalam menetapkan hari-hari besar Islam, termasuk 1 Ramadhan 2026, Muhammadiyah tidak berpatokan pada hasil rukyat atau pengamatan hilal di sejumlah wilayah tertentu.

Muhammadiyah menganut sistem kesatuan matla’ atau tanpa pembagian zona regional. Artinya, jika parameter astronomi telah terpenuhi di satu wilayah di dunia, maka hal tersebut berlaku secara global.

Salah satu penjelasan datang dari anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo. Ia menyampaikan:

"Kalau masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadhan pada 19 Februari. Tapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska ditransfer secara global," papar anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dengan KHGT, tidak ada lagi perbedaan zona dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Ketika secara hisab posisi bulan memenuhi syarat di satu tempat, maka keputusan itu berlaku untuk seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, metode penentuan awal Ramadhan yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama dan pemerintah Indonesia berbeda dengan Muhammadiyah.

NU dan pemerintah masih berpegang pada metode rukyatul hilal, yakni penentuan awal bulan Hijriah berdasarkan hasil pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda.

Pemerintah melalui Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), bersama NU, dijadwalkan akan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang tersebut bertujuan untuk menetapkan secara resmi kapan 1 Ramadhan 1447 H dimulai menurut keputusan pemerintah.

Melalui sidang isbat, pemerintah biasanya menggabungkan hasil hisab dan rukyat sebelum mengumumkan keputusan akhir kepada masyarakat. (*/jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#1 Ramadhan #awal puasa #Ramadhan 1447 H #muhammadiyah #Hilal #18 Februari 2026