MANADOPOST.ID - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Namun sebelum menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, ada satu amalan penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu niat sahur.
Banyak orang menganggap niat sahur hanya sebagai formalitas. Padahal, dalam ajaran Islam, niat memiliki posisi yang sangat mendasar.
Ia bukan sekadar ucapan, melainkan tekad dan kesadaran hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT.
Dilansir dari laman Baznas dan NU Online Lampung, berikut penjelasan lengkap tentang niat sahur harian maupun sebulan, mulai dari pengertian, keutamaan, lafal, hingga cara melafalkannya dengan benar.
Apa Itu Niat Sahur?
Sahur adalah aktivitas makan atau minum yang dilakukan sebelum waktu fajar sebagai persiapan menjalankan puasa Ramadhan. Dalam perspektif fikih, sahur termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
Dalam buku fiqih klasik Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab dijelaskan bahwa sahur merupakan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Artinya, sahur bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari tuntunan ibadah.
Niat sahur sendiri bukan sekadar bacaan lisan, melainkan penguatan spiritual sebelum memulai puasa. Dengan niat, puasa yang dijalankan memiliki arah dan tujuan yang jelas, yaitu semata-mata karena Allah SWT.
Keutamaan Niat Sahur dalam Puasa
Niat sahur memiliki sejumlah keutamaan yang penting untuk dipahami.
1. Menunjukkan Kesungguhan dan Komitmen
Melafalkan niat sahur mencerminkan keseriusan dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan niat yang tulus, puasa menjadi lebih bermakna dan diharapkan diterima oleh Allah SWT.
2. Membedakan Puasa Ibadah dan Puasa Biasa
Niat menjadi pembeda antara puasa karena kewajiban agama dan puasa karena alasan lain seperti diet atau kesehatan. Dengan niat yang jelas, puasa dilakukan semata untuk memenuhi perintah Allah SWT.
3. Sahur Mengandung Keberkahan
Rasulullah SAW bersabda, “Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang sahur”.
Hadis ini menegaskan bahwa waktu sahur adalah waktu penuh keberkahan. Bahkan seteguk air pun bernilai ibadah.
Lafal Niat Sahur Harian
Niat puasa harian biasanya dilakukan setiap malam sebelum imsak atau sebelum terbit fajar. Niat ini cukup diucapkan dalam hati dan tidak perlu berulang-ulang.
Berikut lafal niat sahur harian:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ اسَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala)
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Lafal Niat Sahur Sebulan
Sebagian ulama membolehkan niat puasa dilakukan sekaligus untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan. Pendapat ini dikenal dalam mazhab Imam Malik.
Namun demikian, sahur tetap dianjurkan setiap hari sebagai bentuk penguat dan kesungguhan menjalankan puasa harian.
Berikut lafal niat sahur sebulan:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala)
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Cara Melafalkan Niat Sahur yang Benar
Agar niat sahur sah dan bernilai ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar
Niat harus ada sebelum terbit fajar. Jika dilakukan setelah fajar, maka puasa bisa menjadi tidak sah. -
Saat melafalkan, pastikan kita dalam keadaan sadar dan memahami makna dari niat yang diucapkan. Hindari melafalkan niat dalam keadaan mengantuk atau setengah sadar.
-
Bahasa Arab lebih utama, tetapi tidak wajib
Melafalkan dalam bahasa Arab dianjurkan. Namun, jika belum mampu, boleh menggunakan bahasa Indonesia selama maknanya benar dan jelas. -
Tidak tergesa-gesa
Ucapkan dengan tenang dan penuh kesadaran. Yang terpenting adalah kehadiran hati, bukan panjangnya bacaan.
---
Niat sahur bukan sekadar rangkaian kata yang dihafalkan, melainkan fondasi ibadah puasa Ramadhan. Ia menjadi pembeda antara rutinitas dan ibadah, antara sekadar menahan lapar dan menjalankan perintah Allah SWT.
Dengan memahami lafal, keutamaan, dan cara melafalkannya dengan benar, puasa yang dijalankan diharapkan lebih berkualitas, penuh keberkahan, serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT. (*/jpg)
Editor : Tina Mamangkey