MANADOPOST.ID– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar kegiatan fit and proper test untuk menjaring calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sangihe.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan, Kompleks Taman Kota Tahuna, Kamis (5/3/2026).
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara Maurits Mantiri mengatakan, proses ini merupakan bagian dari upaya membangun partai yang modern dan profesional.
Menurutnya, tahapan fit and proper test dilakukan melalui sejumlah mekanisme, mulai dari psikotes hingga wawancara dengan menggunakan modul yang telah disiapkan oleh partai.
“Proses ini merupakan bagian dari upaya menuju partai modern yang sudah memiliki standar. Melalui psikotes dan wawancara berdasarkan modul yang telah disiapkan, kita ingin memastikan proses penyaringan berjalan dengan baik,” ujar Mantiri saat diwawancarai di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sangihe.
Ia menjelaskan, tahapan wawancara bertujuan untuk mengukur kapasitas dan kompetensi para calon Ketua PAC, terutama dalam memahami organisasi kepartaian.
Menurut Mantiri, calon pemimpin PAC harus memiliki integritas, kemampuan, serta kapabilitas dalam menjelaskan program-program pemerintah kepada masyarakat.
“Ketua PAC harus memiliki integritas dan kapasitas. Mereka juga harus mampu menjelaskan program-program pemerintah kepada masyarakat, sekaligus menjadi jembatan bagi rakyat yang belum memahami berbagai kebijakan tersebut,” lanjutnya.
Mantiri menambahkan, proses fit and proper test sangat penting dalam rangka memperkuat struktur partai, khususnya di tingkat kecamatan.
“Dengan proses ini kita tidak seperti membeli kucing dalam karung. Kita bisa mengetahui secara jelas kemampuan para calon, termasuk dari hasil psikotes,” katanya.
Selain itu, melalui wawancara tersebut pihaknya juga ingin melihat potensi lain dari para bakal calon, termasuk kemampuan berbicara di depan publik (public speaking).
“Misalnya jika terpilih menjadi Ketua PAC, bagaimana mereka memberikan sambutan dalam berbagai kegiatan di masyarakat, seperti acara pernikahan atau kedukaan. Dari hasil wawancara, rata-rata para calon memiliki kompetensi dalam menyampaikan sambutan,” tandas Mantiri. (*)
Editor : Gregorius Mokalu