MANADOPOST.ID– Kepergian Hironimus Rompis Makagansa meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Sangihe dan Sulawesi Utara.
Sosok yang dikenal luas sebagai birokrat senior ini menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi di pemerintahan, mulai dari level kabupaten hingga provinsi.
Hironimus Makagansa lahir pada 5 Juni 1958.
Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan daerah serta pernah memegang berbagai jabatan strategis.
Di tengah kesibukannya sebagai aparatur pemerintahan, almarhum juga dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat.
Ia menikah dengan Dr Wisye Abigael Makagansa-Rompis MSi dan dikaruniai dua orang anak, Frederick Gustama Makagansa SIP serta Marvel Dicky Makagansa.
Pendidikan tinggi Makagansa ditempuh di Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, Manado, hingga meraih gelar Magister.
Bekal akademik tersebut menjadi landasan penting dalam perjalanan kariernya di dunia birokrasi.
Karier pemerintahan Makagansa dimulai pada Tahun 1987 saat dipercaya menjabat sebagai Kasubag Humas Kabupaten Sangihe Talaud.
Dari posisi tersebut, ia perlahan menapaki jenjang karier hingga dipercaya memegang berbagai posisi penting.
Pada 1988 hingga 1992, ia menjabat Camat Tabukan Tengah, kemudian melanjutkan tugas sebagai Camat Tabukan Utara pada 1992–1994.
Pengalaman memimpin di tingkat kecamatan memberikan pemahaman mendalam baginya tentang dinamika masyarakat di wilayah kepulauan.
Kariernya kemudian berlanjut ketika dipercaya memimpin Dinas Kebersihan Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud pada 1994–1998.
Setelah itu, ia menjabat Pembantu Bupati Sangihe Besar pada periode 1998–2000.
Pengabdiannya tidak hanya di Sangihe. Makagansa juga pernah mengemban sejumlah jabatan di Pemerintah Kota Bitung.
Ia menjabat Asisten Tata Praja dan Pemerintahan Sekretaris Kota Bitung pada 2000–2001, kemudian Kepala Bappeda Kota Bitung pada 2001–2002, hingga dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Kota Bitung pada 2002–2006.
Di tingkat provinsi, Makagansa juga memegang berbagai jabatan penting, di antaranya Kepala BPMPD Provinsi Sulawesi Utara pada 2006–2007 serta Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara pada 2007–2008.
Kariernya terus berlanjut sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara pada 2008.
Pada Tahun yang sama, ia dipercaya sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara hingga 2010, bahkan sempat menjabat Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi pada tahun 2010.
Sebelum akhirnya memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bupati pada periode 2011–2016, Makagansa juga sempat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara pada 2010–2011.
Usai menuntaskan masa jabatannya sebagai kepala daerah, semangat pengabdian Makagansa tidak berhenti.
Ia tetap aktif di dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe sekaligus menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Bagi masyarakat Nusa Utara, sosok yang akrab disapa “Ompa” Makagansa ini dikenang sebagai figur yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Jejak panjang pengabdiannya di dunia birokrasi dan politik akan selalu menjadi bagian dari sejarah pemerintahan di daerah kepulauan tersebut.
HM Makagansa dikabarkan meninggalnya dunia pada hari Minggu, 8 Maret 2026, di RSUD Liunkendage Tahuna. (*)
Editor : Gregorius Mokalu