Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jaringan Internet Down 16–21 April, Kadis Kominfo Sebut Ada Perbaikan Jaringan Bawah Laut

Gregorius Mokalu • Senin, 16 Maret 2026 | 15:05 WIB

Ronald Lumiu SH
Ronald Lumiu SH

MANADOPOST.ID– Layanan internet di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya diperkirakan akan mengalami gangguan pada 16 hingga 21 April 2026 mendatang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu SH, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak Bakti pada 9 Maret 2026, Bakti bersama tim akan melakukan perbaikan jaringan kabel bawah laut Palapa Ring.

Menurut Ronald Lumiu, sebelumnya jalur Manado–Sitaro sudah putus dan saat ini juga terjadi gangguan pada jaringan Palapa Ring Tahuna–Melonguane.

"Jadi kita saat ini sudah tinggal bertumpuh pada satu kabel yaitu lewat jalur Tahuna - Melonguane," kata Ronald Lumiu kepada awak media, Senin (16/03/26).

Lebih lanjut Lumiu menjelaskan, kondisi saat ini memang memerlukan perbaikan karena ada beberapa kabel yang putus. Dalam rapat pada 9 Maret disepakati bahwa kegiatan perbaikan akan dilaksanakan mulai awal hingga akhir April 2026.

"Nah, dampak dari kegiatan ini berdampak pada Kabupaten Sangihe dan Sitaro akan mengalami putusnya jaringan internet atau mati nya jaringan internet sehingga kami pun di dalam rapat koordinasi tanggal 9 Maret telah menyampaikan apakah tidak ada alternatif lain," terang Lumiu.

Untuk diketahui, dalam rapat tersebut Kominfo Sangihe juga mengusulkan agar layanan internet bantuan Bakti di 104 titik wilayah pedesaan dan sekolah dapat memperoleh solusi dengan peningkatan bandwidth.

Pihak Bakti pun berencana menaikkan kapasitas bandwidth pada level high sehingga dapat meminimalisir dampak putusnya jaringan internet.

"Terhitung tanggal 16 sampai 21 April 2026, Kabupaten Sangihe itu layan jaringan internet pasti akan terhenti. Dan hal ini sudah kami laporkan secara tulis kepada Pak Bupati," lanjut Lumiu.

Namun demikian, pihak Kominfo telah mengupayakan langkah antisipatif dengan menginventarisasi layanan pemerintah serta lembaga keuangan perbankan agar dapat memanfaatkan jaringan alternatif.

"Kami sarankan dapat menggunakan fasilitas di luar palaparing. Misalnya ada fasilitas tarling, sekiranya itu dapat dioptimalkan. Karena mengingat pentingnya kegiatan ini, karena sudah tidak bisa ditunda hasil rapat," sambungnya.

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan pihak Bakti, perbaikan jaringan ini tidak dapat lagi ditunda karena jika tertunda kerusakan dapat menjadi lebih parah dan berdampak lebih fatal bagi Kabupaten Sangihe.

"Layanan-layanan internet Starlink yang ada di pemerintah daerah itu dapat digunakan oleh masyarakat, termaksud milik dinas Kominfo." sebut Ronald.

Selain itu, dalam rapat koordinasi dengan pihak Bakti, Kominfo juga mengusulkan agar dilakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai kondisi tersebut.

"Layanan internet itu merupakan kebutuhan pokok saat ini, khusus masyarakat. Kami meminta agar pihak bakti turun langsung untuk melakukan sosialisasi. Dan mungkin pada kesempatan ini dengan dampak downnya jaringan internet, kami berharap pemberitaan ini tidak dijadikan sarana politik. Karena ini memang murni teknis perbaikan dalam rangka peningkatan layanan internet di Kabupaten Pulau Nusa Utara," tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menginventarisasi berbagai kebutuhan serta melaporkannya kepada Bupati, dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah lain terkait penyiapan fasilitas internet alternatif di luar Palapa Ring, termasuk jaringan starling, sebagai solusi jangka pendek. (Alfian)

Editor : Gregorius Mokalu
#Sangihe #Internet #jaringan