MANADOPOST.ID– Sebanyak 145 relawan dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan halal yang digelar Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Tahuna, Rabu (25/03/26).
Tiga unit dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Duta Cahaya Indonesia tersebut yakni SPPG Manganitu, SPPG Tapuang, dan SPPG Bungalawang.
Ketua Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Sulawesi Utara, Zulkifli Tarimakase, mengatakan pelatihan ini penting dalam rangka pengajuan sertifikat halal.
"Ini dilakukan dalam rangka mendukung tentang pengajuan sertifikat halal, di mana dapur SPPG itu harus mempunyai sertifikat halal yang sudah diatur oleh Badan Gizi Nasional di Indonesia," ujar Zulkifli Tarimakase saat diwawancarai, Rabu (25/03/2026).
Zulkifli menjelaskan, setiap SPPG wajib memberikan pelatihan halal kepada seluruh relawan agar memahami konsep halal serta prosesnya.
"Sehingga sampai produk itu diterima oleh penerima manfaat dengan baik tanpa diragukan dan betul-betul halal yang sudah ditentukan," terang Tarimakase.
Ia menambahkan, jika di lapangan ditemukan menu yang tidak layak konsumsi, maka akan dilakukan tindakan sesuai prosedur.
"Maka SPPG itu kami berikan SP1 sampai proses pembekuan izin halal dicabut sertifikatnya," katanya.
Menurutnya, aspek legalitas sertifikat halal sangat penting karena telah diatur oleh Badan Gizi Nasional, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.
"Semua produk yang dihasilkan di negara Indonesia wajib mempunyai sertifikat halal," tutur Zulkifli.
Zulkifli berharap seluruh materi pelatihan dapat diimplementasikan dengan baik oleh para relawan.
"Tentunya seluruh mitra relawan SPPG semua yang terlibat di MPG itu betul-betul menjalankan aturan negara sesuai undang-undang 33 dan PP 42 di dapur SPPG masing-masing agar betul-betul menghasilkan produk yang halal dan baik dan bisa dikonsumsi oleh semua orang," tandasnya.
Selain sertifikat halal, setiap dapur juga diwajibkan melengkapi Sertifikat SLHS dan sertifikat HACCP.
Senada disampaikan Ketua Yayasan Duta Cahaya Indonesia, Sandra Solang, yang menyebut pelatihan halal memberikan dampak besar bagi SPPG.
"Supaya setiap relawan yang ada di dapur-dapur, baik dapur Manganitu itu, dapur kapuang, dan dapur bunga lawang itu memiliki pengetahuan tentang baik dan tidak baiknya halal itu," ujar Sandra Solang.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melengkapi dan mendampingi setiap dapur agar memenuhi standar yang ditetapkan.
Sebagaimana sudah dilakukan juga sertifikasi laik haji sanitasi, kami akan memperlengkapi terus mereka dan mendampingi mereka supaya ini dapur-dapur ini akan semakin dilengkapi dan mereka menjalankan sesuai dengan SOP, standar BGN.
Kegiatan ini turut dihadiri Satgas Halal Kementerian Agama Kepulauan Sangihe, Saman Kahembau, PIC dapur, SAG, MPD, mitra, serta seluruh relawan. (Alfian)
Editor : Gregorius Mokalu