Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Perkuat Literasi Data hingga Tingkat Desa, Thungari - Bulahari Canangkan Program Desa Cantik di Kampung Pokol Sangihe

Alfian Tumuahi • Rabu, 6 Mei 2026 | 21:37 WIB
Bupati Michael Thungari (Kedua dari kanan) dan Wabup Tendris Bulahari (Paling Kanan) saat menghadiri pencanangan Desa Cinta Statistik di Kampung Pokol Tamako, Kabupaten Sangihe, Rabu (06/05/26).
Bupati Michael Thungari (Kedua dari kanan) dan Wabup Tendris Bulahari (Paling Kanan) saat menghadiri pencanangan Desa Cinta Statistik di Kampung Pokol Tamako, Kabupaten Sangihe, Rabu (06/05/26). Foto : Ist.

MANADOPOST.ID - Upaya memperkuat kualitas perencanaan pembangunan berbasis data terus didorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salah satunya melalui pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dipusatkan di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/26).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola data yang akurat dan berkelanjutan.
Program yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kepulauan Sangihe Eko Siswahto, S.S.T., M.S.E. bersama jajaran pemerintah daerah. Komitmen bersama ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Desa Cinta Statistik.

Kepala BPS Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, menjelaskan bahwa program Desa Cantik telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus diperluas.
“Untuk tahun 2026 ini kami melaksanakan Desa Cantik di tiga kampung yakni Nagha I, Bebu, dan Pokol di Kecamatan Tamako,” ungkap Eko.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan tanggung jawab BPS sebagai lembaga penyedia data statistik untuk mendukung perencanaan dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah.
“Harapan kami melalui Desa Cantik ini bisa meningkatkan literasi statistik pada level administrasi terkecil yaitu desa, terkait penyelenggaraan, pemanfaatan dan pengelolaan kegiatan statistik. Ini penting karena setiap kebijakan pemerintah harus didukung indikator data yang berkualitas dan akurat,” jelasnya.

Selain itu, pada tahun ini BPS juga akan melakukan pembinaan melalui pemutakhiran data sosial ekonomi di desa sasaran, termasuk menghadirkan inovasi digital berbasis aplikasi.
“Nanti kami akan membuat aplikasi pendataan berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan dan dapat dipakai seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Setelah pengumpulan data, kami juga akan menyediakan website untuk menampilkan indikator yang telah dikumpulkan,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh proses pembinaan dilakukan tanpa biaya.
“Tidak ada pungutan sepeser pun. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam pendampingan. Harapannya setelah kegiatan ini, desa sudah punya mindset dan rancangan pengumpulan data, karena instrumen sudah kami siapkan, sehingga ke depan bisa dikelola secara mandiri,” tegas Eko.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menekankan pentingnya data sebagai dasar dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan.
“Data adalah dasar dalam menentukan arah pembangunan. Jika data tidak akurat, maka kebijakan juga tidak akan tepat sasaran. Karena itu, penguatan kapasitas desa dalam pengelolaan data sangat penting,” ujar Thungari.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I guna memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Satu Data Sangihe yang terintegrasi dengan Program Satu Data Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimca, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, para kapitalaung dari desa sasaran, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (**)

Editor : Alfian Tumuahi
#Desa Cinta Statistik #Tendris Bulahari #Michael Thungari #BPS