MANADOPOST.ID — Peristiwa nahas terjadi di perairan Pulau Liang, Kecamatan Nusa Tabukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (11/05/26). Seorang warga Kampung Bukide, Rivaldi Tanggele (18), dikabarkan terkena anak panah speargun milik warga negara asing (WNA) asal Rusia saat melakukan aktivitas spear fishing.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius diperut bagian kanan tembus pinggang belakang bagian kiri dan harus menjalani penanganan medis di RSUD Liun Kendage Tahuna.
Kapolres Kepulauan Sangihe melalui Kasat Reskrim, IPTU Stevi Sumolang, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/05/26).
"Memang benar peristiwa atau informasi yang masuk di mana ada korban yang terkena panah besi, speargan, jadi senapan ikan yang atau dikenal dengan bahasa daerah kita tombak ikan atau panah ikan atau jubi," ungkap Kasat Reskrim Polres Sangihe, IPTU Stevi Sumolang.
Sumolang menjelaskan, usai kejadian korban langsung dievakuasi menuju RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
"Korban lelaki RT setelah kejadian itu langsung dilarikan ke rumah sakit Liun Kendage Tahuna dan informasinya sudah selesai melaksanakan operasi berjalan baik yang sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit," ungkap Sumolang.
Lebih lanjut, ia membeberkan kronologi kejadian bermula saat korban bersama dua WNA tengah melakukan persiapan untuk aktivitas pencarian ikan menggunakan speargun di sekitar Pulau Liang.
"Jadi memang sama-sama dengan korban dan dua WNA ini pergi ke pulau Liang untuk melaksanakan pencarian ikan dengan menggunakan speargun jadi pada waktu WNA berinisial DB mempersiapkan speargun atau panah ikan ini sebelum turun," tutur Kasat Reskrim.
Menurut Sumolang, insiden terjadi ketika keempatnya masih berada di atas perahu. Saat itu, WNA berinisial DB sedang memasang karet pelontar pada speargun miliknya.
"Tiba-tiba ada goyangan di perahu anak panah atau panah besi yang sudah terpasang itu meluncurkan dan mengenai pinggang kanan daripada korban lelaki WNI RT," bebernya.
Korban yang mengalami luka langsung dievakuasi menuju daratan sebelum dilarikan ke rumah sakit.
"Sesaat setelah kejadian korban langsung kemudian saat itu mereka itu segera dari pulau langsung ke daratan kurang lebih setengah jam kemudian ke rumah sakit," katanya.
Ia juga menjelaskan posisi keempatnya di atas perahu saat kejadian berlangsung.
"Nah posisi duduknya memang di depan WNA DB ini ada rekannya V kemudian di belakang V itu korban jadi di depannya ada dua orang namun karena situasi waktu itu kapal agak goncang itu yang kena yang bagian belakang," terangnya.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.
"Sekira jam 3, karena dari jam 1 itu mereka berangkat ke sana jam 3, dan itu persiwa ini jadi pas, jadi waktu itu sudah mau turun ke 5 kali ke laut, jadi pertama kali aman, kedua kali aman, ketiga kali aman, ya ini persiwa ke 5 ini baru jadi kejadian ini," tandasnya.
Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan pihak Polresta Sangihe.
Editor : Alfian Tumuahi