Pastikan Berjalan Baik, Didampingi Bupati Sangihe, Kajati Tinjau Pendistribusian MBG di SMA Negeri 1 Tahuna

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Selasa, 19 Mei 2026 | 14:01 WIB
Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy (Kemeja Putih) saat meninjau Pendistribusian MBG di SMA Negeri 1 Tahuna, Selasa (19/05/26).
Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy (Kemeja Putih) saat meninjau Pendistribusian MBG di SMA Negeri 1 Tahuna, Selasa (19/05/26).

MANADOPOST.ID - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, didampingi Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari meninjau penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tahuna, Selasa (19/05/26).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program unggulan Presiden berjalan dengan baik dan tepat sasaran bagi para pelajar.

Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy mengatakan, pihaknya ingin melihat langsung implementasi penyaluran MBG, mulai dari kualitas makanan hingga pola distribusinya di sekolah.
"Kita lihat dari sisi kualitasnya, kemudian bagaimana pola distribusinya," ujar Jacob Hendrik Pattipeilohy.

Menurut Pattipeilohy, kehadirannya di SMA Negeri 1 Tahuna juga untuk memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.
"Ya, kita ingin pastikan bahwa memang program ini dia berjalan baik dan memang betul-betul bagi siswa juga semuanya bermanfaat," katanya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan kecil dalam pelaksanaan program tersebut, seperti persoalan jumlah nasi yang diterima siswa. Namun demikian, secara umum program berjalan dengan baik.
"Itu yang kita lihat, dan ternyata memang kita lihat tadi untuk bagus. Sekolah memang ada beberapa problematika, masalah jumlah nasi, dan segala macam, tapi itu subjektif sih ya," tutur Pattipeilohy.

Kajati juga menjelaskan bahwa pengawasan program MBG dilakukan melalui sistem yang telah dibangun dengan melibatkan mahasiswa dan verifikator untuk memantau pelaksanaan secara langsung di lapangan.
"Disitulah kita disini menggandeng juga ada mahasiswa, kita ada verifikator yang bisa langsung berkomunikasi real time," lanjutnya menjelaskan.
Menurutnya, keterlibatan verifikator sangat penting agar setiap persoalan yang ditemukan dapat segera disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
"Supaya itu bisa langsung disampaikan apa problematika ini, temuan hari itu, per hari itu apa, karena tentu bisa berbeda dengan temuan yang besok lusanya juga, permasalahan juga bisa berjalan," sambungnya.
"Karenanya, Kejati menggandeng verifikator untuk bisa menjadi mitra strategis kita untuk menyampaikan," tambahnya.
"Nah kita nanti yang sesuai dengan umumnya yang sudah kita lakukan, kita akan langsung mengeksekusi itu kepada pihak-pihak yang berwenang," pungkasnya.

Sementara, salah satu siswa SMA Negeri 1 Tahuna mengaku senang dengan adanya program MBG yang rutin diterima para pelajar.
"Seminggu dua kali mendapat MBG dengan menu daging ayam, kalau buah sudah dua hari ini anggur, tapi biasanya ada juga buah lain," ujar Angeliq Bororing, siswi kelas 10 F SMA Negeri 1 Tahuna.

Editor : Alfian Tumuahi
Sangihe Mbg Jacob Hendrik Pattipeilohy Tendris Bulahari Michael Thungari