MANADOPOST.ID – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna akhirnya menindaklanjuti informasi yang beredar terkait dugaan keberadaan warga negara asing (WNA) asal China di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Rabu (20/05/26) siang.
Pasalnya, belakangan ini publik dihebohkan dengan isu adanya WNA asal China di kawasan PETI Bowone.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim pengawasan orang asing melakukan operasi gabungan bersama aparat penegak hukum (APH).
Operasi tersebut melibatkan Imigrasi Sangihe, Polres Sangihe, Kodim Sangihe, BAIS, Dinas Tenaga Kerja Sangihe, Badan Kesbangpol Sangihe, serta perwakila Direktorat Jenderal Imigrasi Kantor Wilayah Sulawesi Utara.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, Joudy Supit, mengatakan operasi gabungan itu merupakan langkah deteksi dini dalam pengawasan hukum di wilayah Kepulauan Sangihe.
"Bersama-sama kita di sini untuk melakukan pengawasan," ujar Joudy Supit saat diwawancarai di lokasi PETI Bowone, Rabu (20/05/26).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil inspeksi mendadak di lapangan, tidak ditemukan keberadaan WNA maupun aktivitas pertambangan di lokasi tambang tanah merah Bowone.
"Hasil pengawasan yang kita dapat untuk saat ini tidak ada keberadaan orang asing yang berada di Tambang Mas Bawone," ungkap Joudy Supit.
Menurutnya, apabila di kemudian hari ditemukan informasi terkait keberadaan WNA di lokasi tambang, pihak Imigrasi akan segera menindaklanjutinya.
"Kalaupun ada informasi ataupun teman-teman media ataupun teman-teman APH mendapati ada orang asing yang bekerja di tambang bahasa Bawone, mohon diinformasikan secara kerjanya cepat kepada kami ke kantor imigrasi kelas 2 dan kami akan menindaklanjuti," ujar Supit.
Ia juga mengungkapkan bahwa operasi gabungan tersebut bukan kali pertama dilakukan.
Sebelumnya, pihak Imigrasi Tahuna telah dua kali melakukan pengawasan pada April lalu.
"Kami dari kantor imigrasi Kelas TPI II Tahuna telah melakukan pengawasan di bulan April, kami telah dua kali melakukan pengawasan, yaitu yang pertama operasi Wirawaspada, dan yang kedua patroli keimigrasian," ungkapnya.
Selain itu, pada 6 Mei 2026 juga telah dilakukan operasi pengawasan orang asing di lokasi tersebut.
"Jadi pada saat kami melakukan pengawasan orang asing, dapati bahwa tidak ada keberadaan orang asing di sini," tandasnya.
Sementara itu, penanggung jawab lokasi tambang ilegal Bowone, Martin Antarani, mengaku aktivitas pertambangan telah dihentikan sejak tiga pekan lalu.
"Berhenti tiga Minggu lalu terkait postingan, kami beristirahat tapi kemarin dari polres telah memasang police line," beber Antarani.