Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Bupati Sangihe Besok Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa

Alfian Tumuahi • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:39 WIB
Bupati Michael Thungari didampingi Wabup Tendris Bulahari memimpin rapat koordinasi terkait penanganan korban bencana gempa bumi di kecamatan Marore, Sangihe, Selasa (9/6/26).
Bupati Michael Thungari didampingi Wabup Tendris Bulahari memimpin rapat koordinasi terkait penanganan korban bencana gempa bumi di kecamatan Marore, Sangihe, Selasa (9/6/26).

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe resmi menetapkan status tanggap darurat bencana pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari ke depan, terhitung mulai Selasa (9/6/2026).

Penetapan status tersebut diumumkan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, usai memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta jajaran Pemkab Sangihe.
"Kita menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan," ujar Bupati Michael Thungari, Selasa (9/6/26) siang.

Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini masih merampungkan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan maupun jumlah korban terdampak akibat gempa bumi.
"Semua data rumah yang masuk sudah di input sementara, tidak salah sementara 445 rumah yang rusak berat, sedang dan ringan," terang Michael Thungari.

Meski demikian, kata dia, tim dari pemerintah kabupaten akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi guna memastikan tingkat kerusakan yang terjadi.
"Tapi kita menerima sementara semua hal yang sudah didata oleh pemerintah kampung maupun kecamatan," jelasnya.
Sebagai bentuk respons cepat pemerintah, Bupati bersama tim dijadwalkan berangkat menuju lokasi terdampak bencana pada Rabu (10/6/26) malam.
"Besok jam 10 malam kita akan bertolak menuju kecamatan Marore, tempatnya di Matutuang, Kawio dan kampung Marore. Bawa bantuan sembako, kemudian personil untuk melakukan pembersihan dan juga dapur umum sementara," sambungnya.

Sementara, terkait bantuan perbaikan rumah warga yang rusak, Bupati mengatakan pemerintah daerah akan terlebih dahulu menghitung kebutuhan anggaran dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah.
"Jika tidak cukup, maka saya sebagai pemerintah tentu akan menerat tempat luar biasa untuk meminta solusi dan memanahkan," tutur suami dari Cherry Thungari Soeyoenus.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada intervensi langsung dari pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana tersebut.
"Sampai sekarang belum, tapi dengan ditetapkannya status darurat bencana, membuka pintu bagi provinsi maupun pemerintah pusat untuk membantu," lanjutnya.

Sementara itu, para korban terdampak gempa di Kampung Kawio masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di lokasi terbuka.
"Makanya kita akan ke sana melihat langsung kondisinya seperti apa, apa yang kita bisa lakukan. Paling tidak untuk sementara pasokan sempatwa mereka aman, kemudian dari tim PU, inspektorat, dan juga bencana langsung akan menghitung kerugian dan bantuan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka," tegasnya.

Di akhir keterangannya, Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam kepada masyarakat yang terdampak bencana serta mengimbau warga agar tetap tenang.
"Yang pertama, kami menyampaikan turut berdukacita dan memahami kondisi kalian," tandasnya.

Ia menambahkan bahwa status peringatan tsunami telah dicabut sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing apabila kondisi memungkinkan.
"Sekarang status tsunami sudah dicabut, jadi boleh kembali ke rumahnya jika memungkinkan. Tapi jika tidak, tetap saja di tenda pengusian sambil menunggu bantuan dari pemerintah. Mudah-mudahan tidak terlalu lama untuk kita selamatkan," pungkasnya.

Editor : Alfian Tumuahi
#Gempa Bumi Sangihe #Kawio #Marore #Tendris Bulahari #Michael Thungari