Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pemkab Sangihe Prioritaskan Perbaikan Sekolah, Puskesmas dan Rumah Ibadah Pascagempa

Alfian Tumuahi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:25 WIB
Bupati Michael Thungari (Kaos Oranye) dan perwakilan BNPB Rudy Supryadi bersama Sekda Johanis Pilat (Kanan) serta Kalak BPBD, Wandu Labesi (Batik)
Bupati Michael Thungari (Kaos Oranye) dan perwakilan BNPB Rudy Supryadi bersama Sekda Johanis Pilat (Kanan) serta Kalak BPBD, Wandu Labesi (Batik)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memprioritaskan percepatan pemulihan berbagai fasilitas publik yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana yang dipimpin langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama jajaran pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Sabtu (13/6/26) pagi.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah fasilitas umum yang membutuhkan penanganan segera, mulai dari sekolah, rumah dinas guru, madrasah, puskesmas hingga rumah ibadah.

Bupati Michael Thungari menegaskan, pemulihan sarana pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan, kesehatan dan rumah ibadah memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

"Kami ingin pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih. Karena itu, perbaikan fasilitas publik menjadi salah satu prioritas yang harus segera ditangani," ujar Michael Thungari, Sabtu (13/6/26) pagi.

Sektor pendidikan menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Pasalnya, sejumlah bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan sehingga berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jika proses rehabilitasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, kegiatan pembelajaran di beberapa wilayah terdampak diperkirakan masih harus dilaksanakan di luar ruangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan percepatan rehabilitasi infrastruktur yang rusak. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan kembali fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Terkait rumah ibadah yang mengalami kerusakan, Pemkab Sangihe telah melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi. Masyarakat bersama pengelola rumah ibadah diminta menyiapkan proposal sebagai dasar pengajuan bantuan perbaikan.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap menggenjot penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Berdasarkan data sementara, sebanyak 533 warga telah terdata sebagai penerima bantuan yang akan disalurkan sesuai tingkat kebutuhan masing-masing.

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga melakukan pemetaan kebutuhan logistik, ketersediaan stok bantuan, serta strategi distribusi untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terlayani secara maksimal selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Johanis Pilat, Ahli Madya Wilayah II BNPB Rudy Supryadi, S.E., Andlis Beben Canaan, serta para kepala OPD terkait.

Editor : Alfian Tumuahi
#Johanis Pilat #Wandu Labesi #Rudy Supryadi #Michael Thungari #BNPB