MANADO, MANADO POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga pesisir dan nelayan di wilayah Nusa Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sebuah sistem cuaca baru bernama Bibit Siklon Tropis 96W terpantau muncul dan berpotensi memicu gelombang laut yang membahayakan pelayaran.
Berdasarkan pemutakhiran data dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Rabu (1/7/2026), Bibit Siklon Tropis 96W terpantau berada di Laut Filipina Barat, atau tepatnya di sebelah timur laut Kalimantan Utara.
Baca Juga: Kabar Gembira! Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun per 1 Juli 2026, Ini Rinciannya
BMKG memprediksi bahwa sistem cuaca ini memiliki peluang "Tinggi" untuk berkembang menjadi siklon tropis secara penuh dalam periode 24 jam ke depan, dengan arah pergerakan menuju barat laut.
Meski pusat siklon diprediksi tidak melintasi daratan Indonesia secara langsung, fenomena ini dipastikan memberikan dampak tidak langsung yang cukup signifikan terhadap kondisi cuaca maritim di wilayah utara Nusantara.
"Dampak tidak langsung berupa gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku," demikian bunyi peringatan resmi BMKG yang dikutip dari akun Instagram resmi @infobmkg.
Selain ancaman gelombang, sistem ini juga memicu hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kalimantan Utara.
Menyikapi hal tersebut, pihak otoritas cuaca dengan tegas mengimbau seluruh elemen masyarakat pesisir, nelayan tradisional, serta operator kapal penumpang di wilayah terdampak untuk ekstra waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama.
Masyarakat juga diminta untuk tidak termakan hoaks dan terus memantau informasi perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Editor : ALengkong