2 Rumah Hilang, Lebih dari 200 Rumah Terdampak Banjir, Pemda Sangihe Percepat Pendistribusian Bantuan Darurat Bencana 

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:04 WIB
Pendistribusian Air bersih di lokasi terdampak bencana banjir di kecamatan Tamako, Sangihe, Kamis (23/7/26).
Pendistribusian Air bersih di lokasi terdampak bencana banjir di kecamatan Tamako, Sangihe, Kamis (23/7/26).

MANADOPOST.ID – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Rabu, 22 Juli 2026, mengakibatkan kerusakan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, ratusan rumah terdampak dan puluhan warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka, dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.

Tercatat sebanyak 35 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan.
BPBD mencatat sedikitnya lebih dari 200 rumah terendam banjir. 

Selain itu, terdapat 2 rumah hilang, lima rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan akibat terjangan banjir serta material longsor.

Tak hanya itu, empat rumah tertimbun longsor, sementara 20 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam karena berada di kawasan rawan pergerakan tanah dan luapan sungai.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait terus melakukan pendataan, evakuasi, serta penanganan terhadap warga terdampak. 

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mendistribusikan bantuan darurat ke wilayah terdampak.

"Sejak tadi pagi sudah dilakukan pendistribusian air bersih di Kecamatan Tamako dan pembersihan lumpur. Mobil tangki pemadam kebakaran juga telah dikirim untuk membantu penanganan kondisi kedaruratan di wilayah tersebut," jelasnya.

Sementara itu, untuk Kecamatan Tabukan Selatan, pemerintah daerah memprioritaskan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Bentung dan Lesabe.

"Kemungkinan besok kami akan turun ke Tabukan Selatan bersama pimpinan daerah untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan penanganan berjalan dengan baik," tambahnya.

BPBD juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi perhatian utama pemerintah.

Bantuan bahan makanan pokok serta pelayanan kesehatan diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang maupun ringan akibat bencana.

Untuk pelayanan kesehatan di Kecamatan Tamako, saat ini difokuskan di lokasi pengungsian yang berada di Gereja Lelipang.

Hal tersebut dilakukan karena fasilitas Puskesmas Tamako ikut terdampak banjir sehingga tidak dapat beroperasi secara maksimal.

"Dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Manganitu dan Puskesmas Dagho juga telah diberdayakan untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian," ungkap Wandu.

Editor : Alfian Tumuahi
Wandu Labesi Pemkab Sangihe