Bupati Michael Thungari Kunjungi Lokasi Bencana Tamako dan Salurkan Bantuan

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 20:49 WIB
Bupati Michael Thungari temui korban bencana banjir di Kampung Binala Kecamatan Tamako, Sangihe, Jumat (24/726). Foto : Ist
Bupati Michael Thungari temui korban bencana banjir di Kampung Binala Kecamatan Tamako, Sangihe, Jumat (24/726). Foto : Ist

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai memfokuskan langkah pada percepatan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tamako. Selain menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak, Bupati Michael Thungari meminta pemerintah kampung memprioritaskan penggunaan dana desa untuk mempercepat pemulihan, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi bencana di Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Jumat (24/7/26).
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus, Wakil Ketua TP-PKK Agnes Bulahari Walukouw, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sangihe. Mereka menyerahkan bantuan berupa bahan pangan, kasur, tikar, selimut, family kit, hingga makanan untuk anak-anak.

Michael Thungari menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan langkah awal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

"Sekurang-kurangnya, mereka tidak lagi memikirkan masalah perut sudah aman, dengan adanya bantuan sementara, setidak-tidaknya untuk satu minggu ke depan," ujar Thungari.
Ia mengatakan, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan rumah warga. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan pembangunan maupun rehabilitasi rumah.
"Tentu bantuannya tidak bisa membangun 100 persen kembali serupa milik Bapak-Ibu dulu. Tetapi kami berharap boleh bikin meskipun darurat, Bapak/Ibu boleh tinggal ke depan dengan bantuan tersebut," katanya.
Tak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan para Kapitalaung agar mengarahkan penggunaan dana desa untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
"Jangan dulu agendakan pembangunan hal lain. Normalkan dulu kehidupan masyarakat, apalagi rumah-rumah yang rusak," pesannya.
Menurut Thungari, perubahan prioritas penggunaan dana desa dapat dilakukan melalui musyawarah kampung sehingga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Jadi ketika cair, kembali musyawarahkan dan bikin perubahannya untuk menangani bencana. Tidak ada masalah untuk itu," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kampung dapat mempercepat proses pemulihan sehingga masyarakat terdampak segera kembali menjalani aktivitas secara normal.

Editor : Alfian Tumuahi
Sangihe Michael Thungari Bencana Banjir