MANADOPOST.ID - GMIST Jemaat Ernst Traugott Steller Barangka Manganitu menggelar ibadah Minggu yang dirangkaikan dengan peneguhan Pelayan Khusus (Pelsus) dan pelantikan majelis jemaat periode pelayanan 2026–2031 serta pelepasan Pelsus periode 2021–2026, Minggu (26/7/26) pagi.
Dalam ibadah tersebut, sebanyak 50 anggota majelis jemaat yang akan menjalankan tugas sebagai penatua dan diaken diteguhkan di hadapan ratusan jemaat yang hadir.
Firman Tuhan disampaikan oleh Ketua Resort Manganitu, Pdt. M.S. Masalamate, S.Th., yang mengangkat nas dari Ulangan 31:1–6. Dalam khotbahnya, ia mengajak para pelayan khusus untuk meneladani Musa yang tetap taat dan setia menjalankan panggilan Allah dalam memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir hingga akhir masa pelayanannya.
"Pelsus bukan sekadar jabatan pelayanan, tetapi merupakan panggilan iman kepada Kristus untuk melayani dengan taat dan setia. Belajarlah dari Musa yang setia menjalankan perintah Allah hingga akhir tugasnya, yang kemudian dilanjutkan oleh Yosua," ujar Pdt. M.S Masalamate.
Ia menegaskan bahwa setiap pelayan khusus harus memiliki ketaatan, kesetiaan, keteguhan hati, serta keberanian dalam iman kepada Kristus saat mengemban tanggung jawab pelayanan di tengah jemaat.
"Pelsus harus memiliki keteguhan iman dan keberanian dalam Kristus ketika harus mengambil keputusan, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana saat diperhadapkan pada situasi apa pun," lanjutnya.
Selain peneguhan Pelsus periode 2026–2031, Majelis Pekerja Sinode (MPS) GMIST juga secara resmi melepas para penatua dan diaken yang telah mengakhiri masa pelayanan periode 2021–2026.
"Atas nama Majelis Pekerja Sinode, kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan Bapak dan Ibu sekalian. Kiranya pelayanan yang telah dikerjakan menjadi berkat dan terus menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan," ungkap Masalamate mewakili MPS GMIST.
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Rangkaian ibadah semakin semarak dengan persembahan pujian rohani dari Grup Orkes Venerandum yang digawangi pemuda pemudi GMIST Jemaat Ernst Traugott Steller Barangka turut memuliakan nama Tuhan melalui lantunan lagu-lagu rohani daerah sangihe.
Menariknya, semua pujian dalam liturgi ibadah menggunakan lagu rohani berbahasa daerah Sangihe.
Editor : Alfian Tumuahi