MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengantisipasi potensi gangguan layanan telekomunikasi dan internet menyusul rencana perbaikan Kabel Palapa Ring Tengah segmen Morotai–Melonguane. Untuk meminimalkan dampak terhadap pelayanan publik dan aktivitas masyarakat, pemerintah daerah mengusulkan sejumlah langkah strategis kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
Upaya tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari saat menghadiri rapat sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan perbaikan Kabel Palapa Ring Tengah segmen Morotai–Melonguane. Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Ronald Lumiu.
Rapat juga dihadiri Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud serta Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), mengingat ketiga daerah tersebut diperkirakan akan terdampak selama proses perbaikan kabel serat optik berlangsung.
Dalam pemaparannya, BAKTI Komdigi menjelaskan bahwa perbaikan harus segera dilakukan berdasarkan hasil asesmen teknis. Pemeriksaan menunjukkan dua core kabel telah putus, sementara 24 core lainnya mengalami kondisi high bending atau tekanan akibat kabel terjepit, sehingga berisiko mengalami kerusakan sewaktu-waktu apabila tidak segera ditangani.
Kerusakan tersebut diduga dipicu aktivitas seismik di wilayah utara Sulawesi, termasuk gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan gempa Magnitudo 7,7 pada 8 Juni 2026 beserta rangkaian gempa susulan yang menyebabkan pergeseran dasar laut.
Hasil asesmen juga mengungkapkan titik kerusakan berada di kedalaman sekitar 3.400 meter di bawah permukaan laut, sekitar 95 kilometer dari Stasiun Palapa Ring Morotai. Kondisi ini membuat proses perbaikan membutuhkan kapal khusus beserta peralatan bawah laut berteknologi tinggi.
Dalam rapat tersebut, Bupati Michael Thungari mengusulkan agar Komdigi dan BAKTI meningkatkan keandalan jalur Manado–Ondong (Siau) sebagai salah satu jalur utama konektivitas Palapa Ring yang melayani wilayah Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Selain itu, ia meminta agar 106 titik layanan internet BAKTI di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang tersebar di puskesmas, sekolah, dan kantor kapitalaung tetap dioptimalkan selama proses perbaikan berlangsung sehingga pelayanan publik tidak terganggu.
Pemerintah Kabupaten Sangihe juga mendorong penyedia layanan telekomunikasi, khususnya Telkomsel, untuk mengoptimalkan jaringan cadangan melalui sistem radio dan layanan internet berbasis satelit. Di sisi lain, penyedia layanan internet diharapkan memberikan perhatian terhadap kualitas layanan kepada pelanggan, termasuk menyiapkan kebijakan kompensasi apabila terjadi penurunan kualitas selama pekerjaan berlangsung.
Tak hanya itu, Pemkab Sangihe turut mengusulkan agar Komdigi bersama BAKTI berkoordinasi dengan Starlink guna memprioritaskan kapasitas layanan internet satelit bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan layanan internet cadangan dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat selama proses perbaikan kabel berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan layanan internet secara bijaksana selama masa perbaikan. Pemerintah daerah memastikan akan terus berkoordinasi dengan Komdigi, BAKTI, dan seluruh penyedia layanan telekomunikasi guna meminimalkan dampak gangguan konektivitas di wilayah kepulauan.
Editor : Alfian Tumuahi