MANADOPOST.ID – Sebuah mural bergambar angka 81 di kawasan Boulevard Tidore, Kelurahan Tidore Lingkungan 3 RT 10, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi perhatian publik dan viral di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mural tersebut menampilkan angka 8 dengan ilustrasi sosok bertubuh gemuk dan angka 1 dengan sosok bertubuh kurus. Di bagian bawah mural terdapat tulisan, “Indonesia Berdaulat Adil untuk yang Makmur.”
Keberadaan mural itu menarik perhatian masyarakat karena memiliki konsep visual dan pesan yang dinilai berbeda dari mural bertema kemerdekaan pada umumnya.
Gambar serupa diketahui belakangan muncul dan menjadi perbincangan di sejumlah daerah di Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di Sangihe, mural tersebut berada di kawasan Boulevard Tidore yang menjadi salah satu ruang publik di wilayah Kecamatan Tahuna Timur.
Kehadiran mural dengan pesan sosial tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mempertanyakan makna di balik ilustrasi angka 81 serta pesan ataupun kritikan yang ingin disampaikan melalui tulisan yang tertera pada mural.
Terkait viralnya mural tersebut, pihak Kelurahan Tidore memberikan penjelasan mengenai keberadaan gambar yang kini menjadi perhatian publik.
Lurah Tidore, Rofia Muthalib, A.Md.KP, mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan mural tersebut setelah menerima laporan dari warga.
"Kemarin ada warga yang melapor kepada kami bahwa ada gambar seperti itu. Setelah menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi, mengambil foto, kemudian menghubungi Ketua RT untuk meminta agar gambar tersebut segera dihapus," ujar Rofia saat diwawancarai Manadopost.id melalui WhatsApp, Rabu (12/8/26).
Menurutnya, mural tersebut berada di dinding Boulevard Tidore, tepatnya di wilayah Lingkungan III RT 10 Kelurahan Tidore.
"Lokasinya di RT 10 Lingkungan III. Untuk siapa yang menggambar, sampai saat ini kami belum mengetahui," katanya.
Rofia menjelaskan, penambahan gambar yang dapat menimbulkan berbagai tafsiran sebaiknya tidak dilakukan.
"Kalau mau buat angka 81 silakan saja, tetapi tidak perlu menambahkan gambar-gambar di dalamnya," ujarnya.
Setelah menerima laporan, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan Ketua RT setempat dan meminta agar mural tersebut segera dihapus. Langkah itu diambil untuk menghindari polemik yang berkembang setelah foto mural tersebar luas di media sosial.
"Pihak kelurahan sudah meminta agar gambar itu dihapus. Kami akan terus memantau hingga benar-benar dibersihkan," tandasnya.
Editor : Alfian Tumuahi