Bupati Michael Thungari Resmikan Listrik 24 Jam di Beeng Laut dan Bebalang

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Bupat Michael Thungari meresmikan keandalan listrik 24 jam di Beeng Laut dan Bebalang, Kamis (13/8/26).
Bupat Michael Thungari meresmikan keandalan listrik 24 jam di Beeng Laut dan Bebalang, Kamis (13/8/26).

MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Salah satunya melalui peningkatan akses listrik, yang ditandai dengan diresmikannya operasional listrik 24 jam di Kampung Beeng Laut dan Kampung Bebalang.

Peresmian tersebut dilakukan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan dibuka secara daring melalui Zoom Meeting oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.

Hadirnya layanan listrik 24 jam di dua kampung tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga, ketersediaan listrik sepanjang hari juga akan mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan kampung, komunikasi, hingga pengembangan usaha masyarakat.

Bupati Michael Thungari mengatakan, peningkatan layanan listrik merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan selama ini masih mendapatkan pasokan listrik secara terbatas.

“Listrik 24 jam bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, anak-anak bisa belajar lebih nyaman, pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal, dan masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan usaha,” ujar Thungari.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta PT PLN agar pelayanan listrik dapat semakin merata di seluruh wilayah Sangihe.

“Ini merupakan kerja bersama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi dan PLN untuk memastikan secara bertahap kampung-kampung yang masih mendapatkan layanan listrik terbatas dapat menikmati listrik 24 jam,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat masih terdapat sejumlah kampung yang mendapatkan pasokan listrik secara terbatas, berkisar antara 6 hingga 12 jam per hari.

Setidaknya terdapat delapan kampung yang menjadi perhatian untuk peningkatan layanan menuju listrik 24 jam, yakni Kampung Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio, dan Matutuang.

Bupati mengatakan, peningkatan layanan di delapan kampung tersebut akan diupayakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kondisi geografis wilayah kepulauan, kebutuhan masyarakat, serta dukungan teknis dari PLN.

“Kita akan terus mengupayakan agar pelayanan listrik di wilayah-wilayah tersebut bisa ditingkatkan. Tentu ada tahapan dan berbagai aspek teknis yang harus dipersiapkan, tetapi komitmen pemerintah adalah bagaimana seluruh masyarakat Sangihe mendapatkan pelayanan dasar yang semakin baik dan merata,” tutur Thungari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN atas dukungan serta sinergi dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut Thungari, tersedianya listrik 24 jam merupakan salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan di wilayah kepulauan. Infrastruktur energi yang memadai dinilai dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, komunikasi maupun ekonomi.

“Harapan kita, listrik 24 jam ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi penggerak aktivitas ekonomi di kampung. Pemerintah akan terus berkoordinasi agar pelayanan seperti ini dapat dirasakan masyarakat di kampung-kampung lainnya,” pungkasnya.

Editor : Alfian Tumuahi
Beeng Laut Sangihe Listrik 24 Jam Michael Thungari