MANADOPOST.ID – Gangguan sistem kelistrikan kembali terjadi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna, Sabtu (15/8/2026). Kerusakan pada instalasi listrik menyebabkan sejumlah area rumah sakit mengalami pemadaman dan memicu kekhawatiran pasien maupun keluarga pasien terhadap keberlangsungan pelayanan medis.
Gangguan tersebut menjadi kejadian kedua dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sistem kelistrikan rumah sakit juga mengalami gangguan pada Kamis (13/8/26).
Kondisi ini dikeluhkan keluarga pasien yang berada di sejumlah ruangan. Salah satunya disampaikan Amora Abiduna Adilang melalui media sosial.
"Kira - kira di rumah sakit nda ada genset? Ini so dua jam Torang dalam ruangan pe gelap, baterai hp so lowbat," keluh Amora Abiduna Adilang, lewat postingan media sosial, Sabtu (15/8/26).
Sementara itu, Kepala Teknisi RSD Liun Kendage, Niki Kawinda, menjelaskan bahwa tim teknisi masih berupaya menelusuri sumber kerusakan yang terjadi pada panel utama kelistrikan rumah sakit.
Menurutnya, proses perbaikan membutuhkan waktu karena sistem distribusi listrik rumah sakit menggunakan jaringan berkapasitas besar dengan pembagian tiga fase yang melayani seluruh gedung pelayanan.
“Gangguan terjadi pada panel utama. Saat aliran listrik dicoba diaktifkan kembali, muncul hubungan arus pendek yang menimbulkan ledakan pada sistem. Karena itu kami harus memeriksa setiap jalur secara teliti untuk menemukan titik masalahnya,” kata Niki.
Ia menjelaskan, panel utama rumah sakit menggunakan sistem busbar tembaga tiga fase dengan tegangan 380 volt. Ketika terjadi pertemuan arus antar-fase, sistem langsung memicu korsleting dan mengeluarkan suara ledakan.
Meski demikian, Niki memastikan gangguan tersebut tidak sampai menyebabkan kebakaran karena perangkat pengaman listrik bekerja dengan baik dan langsung memutus aliran saat gangguan terdeteksi.
“Untungnya sistem proteksi langsung bekerja sehingga tidak sampai menimbulkan kebakaran. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh jalur aman sebelum listrik dinormalkan kembali,” ujarnya.
Proses penanganan juga menjadi lebih kompleks karena instalasi kelistrikan rumah sakit memiliki ratusan jalur kabel yang saling terhubung. Dengan kapasitas gardu mencapai 600 kVA, teknisi harus melakukan pemeriksaan satu per satu untuk memastikan tidak ada lagi gangguan pada jaringan.
Niki mengungkapkan, pada insiden sebelumnya yang terjadi Kamis (13/8/26), petugas menemukan seekor tikus mati di dalam panel listrik. Hewan tersebut diduga menjadi penyebab awal kerusakan setelah menghubungkan dua jalur fase yang berbeda.
“Pada pemeriksaan sebelumnya ditemukan tikus mati yang menyebabkan hubungan antara busbar R dan S. Akibatnya satu unit MCB 350 ampere mengalami kerusakan dan hingga sekarang masih berdampak pada kestabilan sistem,” jelasnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, sejumlah ruangan di RSD Liun Kendage sempat berada dalam kondisi minim penerangan. Situasi tersebut membuat keluarga pasien mempertanyakan kesiapan sumber listrik cadangan, termasuk optimalisasi penggunaan genset untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan.
Hingga Sabtu malam, tim teknisi masih melakukan perbaikan dan pemeriksaan terhadap jaringan listrik untuk memulihkan sistem kelistrikan rumah sakit secara menyeluruh.
Editor : Alfian Tumuahi