Ajang Pemilihan Ungke Momo Ramai Dikritik, Lucy Mandagi Tuai Dukungan Netizen

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Kontroversi Ajang pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026.
Kontroversi Ajang pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026.

MANADOPOST.ID — Ajang Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 yang digelar Jumat (21/8/26) menjadi sorotan publik setelah terjadi kekeliruan dalam pengumuman peserta yang masuk tiga besar kategori Momo Sangihe.

Insiden tersebut terjadi saat pembawa acara (MC) mengumumkan peserta nomor 8, Lucy Mandagi, sebagai salah satu peserta yang masuk dalam tiga besar Momo Sangihe.

Namun, beberapa saat kemudian pengumuman tersebut dianulir. Peserta nomor 8 dinyatakan batal dan digantikan oleh peserta nomor 10 dengan alasan terjadi kesalahan penyebutan.

Perubahan keputusan di atas panggung tersebut kemudian memicu kekecewaan dari sejumlah pihak, termasuk warganet dan orang tua peserta. Polemik itu juga ramai diperbincangkan melalui media sosial.

Sejumlah netizen bahkan melontarkan kritik terhadap pembawa acara yang dinilai tidak profesional dalam menyampaikan pengumuman pada malam grand final.

"Nintau ba MC mo suka ba MC.. Nyada ada wawasan nyada ada pengalaman, nintau ETIKA di atas panggung, mo STEL ba MC di acara formal. Bekeng malu org sangger dia ini," kecam akun Koko Niklas lewat komentar pada salah satu postingan.

Kritikan serupa disampaikan netizen lainnya yang turut meluapkan kekesalannya.

"Mc nda dpe perasaan sama sekali," tulis komentar akun Engky Mangansuhe Bawukes.

Di tengah derasnya kritik terhadap pelaksanaan malam grand final, dukungan justru mengalir kepada Lucy Mandagi yang namanya sempat diumumkan sebagai peserta tiga besar sebelum kemudian dianulir.

Dukungan tersebut terlihat dari komentar sejumlah netizen yang menilai Lucy tetap menunjukkan kualitas dan layak mendapatkan apresiasi atas perjuangannya dalam ajang tersebut.

"Apapun itu aradus Uchy Mandagi tetap di mata banyak orang kamu yang terbaik," tulis akun Aldrin Alexander Karundeng lewat akun FB.

Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Umum Panitia Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026, dr. Yoppie Thungari, memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Yoppie mengakui kejadian di atas panggung Grand Final Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 telah menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan dari berbagai pihak.

“Panitia memahami bahwa kejadian di atas panggung Grand Final Pemilihan Ungke Momo Sangihe Tahun 2026 telah menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan dari berbagai pihak,” jelas Yoppie.

Atas kejadian tersebut, panitia menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada peserta yang terdampak langsung akibat kekeliruan penyebutan nama dan nomor peserta.

Panitia menyadari setiap peserta telah memberikan waktu, tenaga dan perjuangan terbaik selama mengikuti kompetisi. Karena itu, setiap tahapan dinilai perlu dilakukan dengan ketelitian serta tetap menghormati seluruh peserta.

Yoppie juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak dimaksudkan untuk mempermalukan, merendahkan maupun menjatuhkan martabat peserta.

“Tidak ada niat untuk mengurangi penghargaan terhadap perjuangan siapa pun,” tegasnya.

Panitia Bantah Ada Titipan Peserta
Selain persoalan kekeliruan pengumuman, polemik juga berkembang menjadi dugaan adanya pengaturan hasil atau titipan peserta.

Menanggapi hal tersebut, panitia menyatakan menghormati setiap pertanyaan maupun kritik yang disampaikan masyarakat.

Menurut Yoppie, panitia siap memberikan penjelasan berdasarkan mekanisme penilaian dan dokumen resmi yang menjadi dasar penetapan hasil.

Ia juga menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan oleh Dewan Juri yang disebut bekerja secara profesional dan berintegritas.

“Selaku ketua panitia, saya tak pernah menerima titipan, arahan, atau sejenisnya untuk menguntungkan peserta tertentu,” tegas Yoppie.

Menurutnya, polemik yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk memperbaiki pelaksanaan Pemilihan Ungke Momo Sangihe pada masa mendatang.
Panitia berkomitmen meningkatkan transparansi, profesionalitas dan ketelitian dalam setiap tahapan, sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh penghormatan yang sama.

“Kami menghargai kritik, menghormati perjuangan setiap peserta, dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan berdasarkan fakta dan itikad baik,” pungkasnya.

Editor : Alfian Tumuahi
Ungke Momo 2026 Yoppie Thungari Sangihe