Hari Ketujuh, Kebakaran Gunung Awu Belum Kunjung Padam, 55 Hektar Lahan Terbakar

Alfian Tumuahi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:01 WIB
Kebakaran Gunung Awu belum berhasil dipadamkan. Foto : Ist
Kebakaran Gunung Awu belum berhasil dipadamkan. Foto : Ist

MANADOPOST.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Api Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memasuki hari ketujuh. Hingga Kamis (10/9/26) malam, kobaran api masih terlihat jelas dari sejumlah wilayah di Kecamatan Kendahe.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sejumlah titik api berada di kawasan yang berdekatan dengan perkebunan warga. Jika tidak segera dikendalikan, api berpotensi terus merembet mengikuti kondisi vegetasi dan arah angin.
Kobaran api bahkan terlihat dari Kampung Kendahe pada Rabu malam. Api tampak menyala merah di lereng gunung dan terlihat dari jalan desa, menciptakan pemandangan mencekam bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan drone Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Selasa (8/9/26), luas kawasan yang telah terbakar mencapai sekitar 55 hektare.

Selain kebakaran, pergerakan asap juga menjadi perhatian. Asap tebal dilaporkan bergerak ke arah barat, menuju wilayah Kampung Kendahe dan Talawid.

Kondisi di lapangan hingga Kamis (10/9/26) pagi menunjukkan api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Sejumlah titik masih terpantau di Kecamatan Kendahe dan berpotensi merembet ke lahan perkebunan masyarakat.

Kapolsek Kendahe, IPDA Suparta Sendeng, mengatakan terdapat beberapa titik yang masih menjadi perhatian petugas.

Salah satunya berada di Kebun Bio, yang diduga merupakan rembetan api dari arah Talawid. Sementara titik lainnya berada di Kebun Mini, dengan arah pergerakan api menuju Maselihe dan Makiwureng.
Dari wilayah Talawid, api juga dilaporkan bergerak menuju Kebun Sanitang dan berpotensi turun hingga ke area perkebunan warga di Kampung Tariang Lama.

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi di wilayah Mohong Sawang. Api di kawasan tersebut dilaporkan telah padam pada Kamis pagi setelah sejumlah relawan turun langsung dari gunung untuk melakukan penanganan.

Upaya pemadaman dan pengendalian masih terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar bersama masyarakat tetap bersiaga di Posko Kendahe II.
Penempatan personel di kawasan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi pergerakan api agar tidak memasuki kawasan perkebunan maupun mendekati permukiman warga.

Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai 55 hektare dan sejumlah titik api yang masih aktif, penanganan Karhutla Gunung Awu masih menjadi perhatian serius hingga hari ketujuh.

Editor : Alfian Tumuahi
Karhutla Sangihe Gunung Awu