MANADOPOST.ID — Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih prestasi di bidang olahraga.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, saat menutup Sangihe Taekwondo Open Championship Bupati Sangihe Cup 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Membara, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Sabtu (3/10/26).
Di hadapan ratusan atlet, pelatih dan ofisial, Thungari mendorong para atlet muda Sangihe untuk berani bermimpi dan bersaing hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Jangan biarkan keadaan geografis membatasi cita-cita kita. Kita hidup di daerah kepulauan, tetapi prestasi kita harus mampu melewati batas pulau,” tegasnya.
Menurut Thungari, kompetisi seperti Sangihe Taekwondo Open Championship tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda melalui olahraga.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana olahraga membentuk karakter, menanamkan disiplin, keberanian, dan semangat sportivitas bagi generasi muda,” kata Thungari.
Ia menilai pengalaman bertanding dalam kejuaraan menjadi modal penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas diri.
“Saya sangat berharap dari matras di GOR Manente ini ke depan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Utara maupun Kabupaten Kepulauan Sangihe di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Kejuaraan tersebut diikuti 402 atlet yang tergabung dalam 17 kontingen atau dojang. Para peserta berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Selama pelaksanaan pertandingan, para atlet menunjukkan kemampuan teknik, disiplin, keberanian dan sportivitas di atas matras.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Sulawesi Utara yang telah mempercayakan Sangihe sebagai tuan rumah. Apresiasi turut disampaikan kepada panitia pelaksana dan Pengurus Taekwondo Indonesia Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian kejuaraan.
Pemkab Sangihe, lanjut Thungari, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. GOR Membara sendiri sejak diresmikan pada Februari 2026 telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga tingkat daerah maupun provinsi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Jefry Taju mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengevaluasi kemampuan.
“Bagi atlet yang belum berhasil meraih podium, jangan menjadikan hasil pertandingan ini sebagai akhir dari perjuangan. Jadikan pengalaman ini sebagai evaluasi untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Jefry juga meminta atlet yang telah meraih medali tidak berhenti pada pencapaian tersebut, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Prestasi yang diraih hari ini harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui latihan yang disiplin serta pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Penutupan Sangihe Taekwondo Open Championship Bupati Sangihe Cup 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet di daerah kepulauan. Dari GOR Membara, para atlet diharapkan mampu membawa pengalaman bertanding menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Editor : Alfian Tumuahi