MANADOPOST.ID – Sebanyak 304 calon Kapitalaung di Kabupaten Kepulauan Sangihe memasuki tahapan kampanye Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026. Mengawali tahapan tersebut, seluruh pihak yang terlibat mengikuti Deklarasi Kampanye Pemilihan Kapitalaung Damai Tahun 2026 di Papanuhung Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Selasa (6/10/26).
Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026 akan digelar di 117 kampung yang tersebar pada 12 kecamatan. Ratusan calon tersebut akan berkompetisi memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin kampung masing-masing.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembukaan tahapan kampanye, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi di tingkat kampung berjalan secara tertib dan bermartabat.
Menurut Thungari, pemilihan Kapitalaung tidak semata-mata bertujuan menentukan calon yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, proses tersebut harus mampu melahirkan pemimpin yang dapat menerjemahkan program dan kebijakan pemerintah menjadi pelayanan, pembangunan, serta kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kapitalaung adalah pemimpin yang paling dekat dengan warga. Karena itu, perannya sangat penting dalam memastikan program pembangunan, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Thungari.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pemilihan harus dilaksanakan dengan cara yang demokratis dan bermartabat. Kampanye harus berlangsung secara tertib, sementara proses pemungutan suara, penghitungan hingga penetapan hasil harus dilakukan secara jujur, adil dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sebanyak 304 calon Kapitalaung akan berkompetisi untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Sementara itu, 117 ketua panitia pemilihan memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Selain mengingatkan para calon, Thungari juga meminta para camat menjaga netralitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Ia mengingatkan agar aparatur tidak menjadi pihak yang justru memicu persoalan di antara para calon.
Perhatian juga diberikan terhadap potensi penyalahgunaan nama Pemerintah Daerah dalam proses pemilihan, termasuk upaya mengarahkan pilihan masyarakat maupun intimidasi terhadap pemilih.
“Jika ada oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Daerah untuk mengarahkan dukungan pemilih atau melakukan intimidasi, silakan dilaporkan kepada MTK, camat, atau langsung kepada Panitia Kabupaten,” tegasnya.
Kepada para calon Kapitalaung, khususnya mereka yang baru pertama kali mencalonkan diri, Thungari meminta agar pengalaman pemerintahan sebelumnya dijadikan bahan pembelajaran. Program yang telah berjalan baik dapat diteruskan, sedangkan kekurangan harus menjadi evaluasi agar tidak kembali terjadi.
“Datanglah dengan gagasan yang baru, tetapi tetap hargai apa yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang siap bekerja dan mampu membuktikan perubahan setelah mendapatkan kepercayaan,” katanya.
Thungari kemudian mengajak seluruh elemen yang terlibat, mulai dari para calon Kapitalaung, 117 ketua panitia pemilihan, aparatur pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi selama Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berlangsung aman, damai, demokratis dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Mari kita sukseskan kampanyenya, kita jaga pemilihannya, kita hormati hasilnya, dan kita pastikan pemimpin yang lahir dari proses ini benar-benar menjadi pemimpin yang bekerja untuk rakyat,” pungkas Thungari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta para calon Kapitalaung.
Editor : Alfian Tumuahi