MANADOPOST.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe menuai sorotan menyusul kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi yang menelan anggaran lumayan besar.
Besarnya anggaran dan pemilihan lokasi kegiatan di salah satu hotel mewah di Kabupaten Minahasa Utara memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas belanja daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Kegiatan yang diikuti 104 calon kepala sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP tersebut berlangsung sejak 29 sept hingga 8 Oktober 2026.
Besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini menjadi perhatian, terutama dalam konteks upaya pemerintah melakukan penghematan belanja daerah sebagaimana diarahkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Selain nilai anggaran, pemilihan hotel di wilayah Minahasa Utara juga memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan efisiensi lokasi. Pasalnya, di Kota Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, terdapat sejumlah fasilitas penginapan yang dinilai dapat menjadi alternatif tempat penyelenggaraan kegiatan sejenis.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai dasar penetapan lokasi, rincian komponen pembiayaan, serta pertimbangan manfaat dan efisiensi yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sangihe, Jew W Adriaan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pelatihan BCKS 2026 di Hotel The Sentra, Minahasa Utara, didasarkan pada kebutuhan teknis pelatihan dan hasil koordinasi dengan BGTK Provinsi Sulawesi Utara, khususnya terkait ketersediaan sekolah rujukan sebagai sekolah mentor, dengan 105 peserta yang dibagi dalam 15 kelompok, dibutuhkan 15 sekolah mentor untuk mendukung praktik lapangan dan pembelajaran kepemimpinan secara langsung.
"Jadi, penentuan lokasi bukan semata-mata soal tempat pelaksanaan, tetapi mempertimbangkan tersedianya sekolah mentor agar pelatihan berjalan efektif dan mencapai tujuan peningkatan kompetensi calon kepala sekolah," terang Jew W Adriaan, ketika dikonfirmasi Manadopost.id, Jumat (9/10/26).
Menurut Jew, kegiatan tersebut merupakan upaya mempersiapkan calon kepsek yang kompeten dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
"Komitmen kami jelas, memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas untuk mempersiapkan pemimpin sekolah yang profesional, berintegritas, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe," ujarnya.
Dirinya pun menampik adanya informasi yang menyebut penggunaan anggaran dalam kegiatan pelatihan mencapai angka Rp 1, 2 Miliar.
"Anggaran dari DAU peruntukan sebesar 800 juta bukan 1,2 M," tutupnya.
Editor : Alfian Tumuahi