MANADOPOST.ID - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan insentif sebesar Rp500 ribu kepada masing-masing relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Awu. Total sekitar 500 relawan, termasuk personel TNI-Polri, mendapat insentif sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan mereka dalam operasi tersebut.
Penyerahan insentif dan sertifikat penghargaan itu disampaikan dalam apel penutupan operasi penanganan karhutla Gunung Awu yang digelar di Lapangan Gelora Santiago, Kamis (15/10/2026) pagi.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan, insentif diberikan kepada setiap personel dan relawan yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran tersebut.
"Setiap relawan, termasuk TNI-PORI yang terlibat, kita serahkan sertifikat penghargaan dan kita berikan insentif uang lelah 1 orang Rp500.000 ke rekening masing-masing," ujar Bupati Michael Thungari saat diwawancarai, Kamis (15/10/26).
Meski operasi penanganan karhutla telah resmi berakhir, Thungari menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan tetap dilanjutkan. Seluruh personel dan relawan kini kembali menjalankan tugas di tempat masing-masing, namun kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus tetap dijaga.
"Tapi ini tidak menutup semua kegiatan kesiap-siagaan, tetap kita waspada. Tapi artinya semua personil, semua relawan sudah kembali bertugas ke tempat masing-masing," ujar Michael Thungari.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menutup jalur pendakian Gunung Awu.
Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak melakukan pendakian selama kondisi kemarau masih berlangsung guna mengantisipasi potensi bahaya.
"Ya tetap ini sementara Gunung Api kan pendakian kita tutup. Jadi diimbau masyarakat dan wisatawan tidak lagi menaiki Gunung Api Awu selama masa kemarau ini," imbau Thungari.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun di lingkungan permukiman. Menurutnya, kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah menjadi peringatan agar masyarakat tidak lengah dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
"Kita melihat di kabupaten kota yang lain bagaimana kebakaran setiap hari terjadi apalagi di pemukiman untuk itu siap-siaga, awas api, hati-hati dalam membakar sesuatu," sambungnya.
Thungari memastikan bahwa api di kawasan Gunung Awu saat ini telah padam. Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru.
"Semoga juga Tuhan yang maha kuasa melindungi kita semua dan Kabupaten Kepulauan Sangi. Semua api sudah padam di Gunung Awu," sebutnya.
Berakhirnya operasi ini menandai selesainya penanganan kebakaran yang melibatkan ratusan personel dan relawan. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama selama musim kemarau.
Editor : Alfian Tumuahi