Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Cerita Anneth tentang Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti

Kenjiro Tanos • Minggu, 20 Desember 2020 | 17:47 WIB
Anneth Delliecia (Instagram @anneth.dlc)
Anneth Delliecia (Instagram @anneth.dlc)
MANADOPOST.ID - Tahun 2020 punya cerita tersendiri untuk Anneth. Jawara Indonesian Idol Junior itu menelurkan karya terbaru. Judulnya Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti. Seperti apa pembuatan lagu terbaru musisi asli Sulawesi Utara (Sulut) itu? Simak wawancara Anneth (A) bersama Manado Post (MP). (*) MP: Lagu terbarunya bercerita tentang apa? A: Lagu terbaruku berjudul Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti (MHIEAN). Ceritanya tentang seseorang yang kehilangan orang yang disayangi dan bersifat universal. Bisa kehilangan kakak, adik, orangtua, sahabat atau pasangan.   MP: Bagaimana proses di balik perekaman lagunya? A: Rekaman lagunya dilakukan di Jakarta. Awalnya saya datang ke Jakarta untuk workshop di bulan Juni untuk lagu ciptaanku yang lain. Bukan lagu MHIEAN. Tapi saat itu, entah kenapa saya dan tim label agak kurang sreg dengan lagunya. Saat dengar yang lagu MHIEAN, semua langsung suka. Akhirnya dari workshop lanjut rekaman lagu. Agustus mulai rekaman lalu shooting MV di awal Oktober. Jadi kalau dihitung proses pembuatan lagunya mulai dari nemu notasi dan liriknya di Maret 2020 sampai Oktober 2020, totalnya sekitar 7 bulanan   MP: Kalau untuk proses penulisan liriknya? A: Awalnya nemuin nada dulu di bulan Maret waktu lagi di Manado. Jadi entah kenapa saya sering dapat nada nada di kepala. Terus di-record di handphone. Kemudian mulai masukin lirik. Masih ngasal. Awalnya belum tahu isi lagunya tentang apa. Nah kebetulan waktu itu saya lagi suka dan baper banget sama film Money Heist, karena ada karakter favorit yang meninggal. Itu bikin saya selalu menangis kalau ingat. Karena dia benar-benar karakter favoritku dan meninggalnya juga tragis banget. Akhirnya saya coba tuang rasa kehilangan itu ke dalam lagu MHIEAN. Dan jadilah seperti sekarang.   MP: Siapa saja yang terlibat di dalam pembuatan lagu? A: Untuk notasi dan lirik itu dari saya. Aransemen dari tim label aku namanya Jeffry Stefanus dan Ryan Hazairin. Kemudian ada manager, kak Rifan dan mami dan banyak lagi. Semuanya boleh dilihat di deskripsi MV MHIEAN siapa siapa aja yang terlibat di proses bikin laguku.   MP: Anneth kan jebolan kompetisi menyanyi. Apa pelajaran yang dipetik dari ajang tersebut? A: Banyak. Mulai dari bertambah pengalaman, bertemu dan kenal orang baru, baik teman kompetisi maupun kakak-kakak juri yang jago di bidangnya. Dan juga bertambahnya jam terbang kompetisi. Itu semua pengalaman yang berharga dan tak bisa digantikan dengan apapun. Tapi yang paling besar kudapat adalah makin bertambah rasa tidak mudah menyerah untuk menggapai apa yang sudah saya cita-citakan. Sejak kecil saya sudah pengen jadi penyanyi yang dikenal banyak orang seperti idola saya, Justin Bieber. Jadi saya berjuang keras untuk itu. Banyak tantangan, banyak hambatan. Tapi itu malah menjadi penyemangat untuk menjadi orang yang berhasil dan bisa membanggakan orang tua, keluarga, dan semua orang yang sayang sama saya.   MP: Terakhir. Pesan-pesan untuk musisi lokal di Sulut? A: Btw maaf banget ya. Ini bukannya mau sok tua atau gimana. Karena saya sadar juga, saya masih kecil dan harusnya tidak punya hak untuk nyuruh orang ini itu. Tapi cuma mau berbagi dari apa yang saya sudah alami. Tetap semangat berjuangnya, pantang menyerah. Bikin karya sebanyak-banyaknya. Gak usah pikirin apa kata orang nanti soal karya kita. Yang penting berkarya aja terus. Tidak ada yang tahu rejekinya kita. Gak ada yang tahu kapan karya kita mulai dikenal orang. Yang terpenting menurutku buat musisi kayak kita tetaplah berkarya dari hati. Karena apa yang datang dari hati akan diterima dan masuk dalam hati. Juga jangan lupa pesan ibu, stay safe and healthy, rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak yaa. Editor : Kenjiro Tanos
#Anneth