MANADOPOST.ID--Tren “Nggak Bisa Yura” saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, terutama di TikTok. Menggunakan lagu ‘Risalah Hati’ sebagai latar belakang musik, tren ini bukan diambil dari versi asli Dewa 19, melainkan versi yang dinyanyikan oleh Yura Yunita.
Asal Mula Tren “Nggak Bisa Yura”
Tren ini berawal dari lagu ‘Risalah Hati’ ciptaan Dewa 19 yang dibawakan oleh Yura Yunita. Meski lagu ini dirilis pada 23 Juli 2021, popularitasnya baru meningkat drastis sekarang.
Yura Yunita sering membawakan lagu ini dalam berbagai penampilannya, dan video live performance-nya bersama Dewa 19 juga tersebar luas di media sosial dalam bentuk klip pendek.
Bagian reff “Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta” sering dibagikan, dan menjadi pusat dari tren ini.
Arti dari Tren “Nggak Bisa Yura”
Tren “Nggak Bisa Yura” ini bermula dari respon terhadap lirik yang dinyanyikan Yura Yunita, yaitu “Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku”.
Para pengguna TikTok dan media sosial lainnya menggunakan tren ini untuk mengekspresikan kegalauan mereka, merujuk pada situasi di mana mereka tidak bisa membuat seseorang jatuh cinta kepada mereka.
Alasan-alasan yang muncul sangat beragam, mulai dari orang yang dicintai sudah memiliki kekasih, hingga orang yang dicintai adalah seorang idol.
Yura Yunita sendiri menanggapi tren ini dengan candaan di TikTok pribadinya pada 30 Juli 2024, dengan mengatakan, “Bisa-bisanya kamu baru dengerin sekarang.”
Tren sebagai Ajang Parodi
Tidak hanya menjadi ajang kegalauan, tren “Nggak Bisa Yura” juga diikuti sebagai bentuk parodi oleh beberapa figur publik. Misalnya, aktor Aiman Ricky berdandan ala dukun dan membuat parodi tentang membuat orang jatuh cinta padanya menggunakan pelet.
Content creator Ganta juga ikut memparodikan tren ini dengan menulis “Ternyata gak bisa” sebagai respon terhadap lirik “Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku” dari Yura Yunita.
Kesimpulan
Tren “Nggak Bisa Yura” menunjukkan bagaimana lagu lama bisa kembali populer melalui platform media sosial seperti TikTok. Melalui kombinasi kegalauan dan parodi, tren ini berhasil menarik perhatian banyak orang dan memberikan hiburan yang segar di dunia maya.
Editor : Clavel Lukas