MANADOPOST.ID—Setelah empat kali dihelat, salah satu pentas seni budaya terbesar di Indonesia bertajuk “Pagelaran Sabang Merauke” kembali digelar untuk kelima kalinya. Tahun ini, pentas yang didapuk menjadi “The Indonesian Broadway” ini dilangsungkan di JIEXPO Theatre Jakarta, dan bisa ditonton untuk masyarakat umum pada 17-18 Agustus 2024. Namun, Manado Post mendapat kesempatan menonton lebih dulu pertunjukan yang mengangkat tema ‘Pahlawan Nusantara’ ini.
Pentas akbar ini dibuka dengan cerita cinta kasih Teuku Umar dan Cut Nyak Dien sebagai penanda bersatunya dua kekuatan besar yang dimiliki rakyat Aceh. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman dan lantunan lagu ‘Hayla Hotsa’ yang membuat pembukaan pagelaran menjadi megah.
Kemudian, pentas dilanjutkan dengan penampilan yang tak kalah hebat dari penyanyi, penari, bahkan orkestra yang berturut-turut membawakan lagu dan tarian dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Sumatra Selatan, dan Bengkulu.
Rentetan lagu-lagu dan tarian budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini diselingi dengan penampilan drama oleh para remaja bertalenta, Zie dan teman-temannya, di mana mereka sebagai generasi muda ingin terus mengenang pahlawan-pahlawan yang berjasa bagi Indonesia.
Selanjutnya, cerita Ismail Marzuki, seniman berdarah Betawi, membawa penonton melihat penampilan ekspresif dari penyanyi dan penari yang saling melempar pantun dan membawakan lagu ‘Payung Fantasi’ dan ‘Kicir-kicir’. Setelah itu, sejumlah lagu dan tarian dari Jawa Barat dan Jawa Tengah membawa penonton semakin larut dalam cerita perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lagu dan tarian dari Tanah Borneo tak ketinggalan mengisi perjalanan kisah pahlawan Nusantara. Perjuangan masyarakat dari pulau berjuluk ‘Paru-paru Dunia’ melalui lagu ‘Leleng’ dan ‘Cik Cik Periuk’ ditampilkan dengan baik oleh penyanyi dan penari.
Kemudian, sampailah di cerita pahlawan dari Sulawesi Utara. Maria Walanda Maramis menjadi tokoh yang dipilih untuk menggambarkan perjuangan Indonesia. Mengambil sudut pandang tokoh pergerakan kaum wanita, sesi pentas Sulut ini menghadirkan lagu “O Ina Ni Keke”, sebuah lagu daerah Minahasa yang penuh kasih sayang dan kelembutan. Lagu yang tidak asing di telinga masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Kawanua yang ada di Rantau ini berhasil memukau ribuan penonton Pagelaran Sabang Merauke 2024.
Alicia Hartono dan Christine Tambunan pun berhasil membawakan lagu ini dengan gemilang dengan diiringi oleh 25 perempuan menari dengan kepalan tangan, tatapan tajam, serta suara lengking dalam balutan gerak Kawasaran. Tarian ini menunjukkan tanda kebangkitan untuk meruntuhkan tirani yang menghimpit keberdayaan perempuan.
Penampilan lagu dan tarian dari Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua menjadi segmen terakhir dari pagelaran yang turut menghadirkan dua penyanyi kenamaan tanah air, Isyana Sarasvati dan Yura Yunita.
“Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke ‘The Indonesian Broadway’ mengusung tema ‘Pahlawan Nusantara’ dengan mengeksplorasi berbagai elemen budaya Indonesia seperti tari, musik, serta keunikan tradisi dan sastra. Elemen tersebut dipadukan sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas warisan para leluhur dan perjuangan pahlawan bangsa,” ungkap Ferdinandus Aming Santoso, Presiden Direktur dan CEO iForte dan Protelindo Group sebagai salah satu dari sponsor utama acara ini bersama BCA.
Pagelaran kolosal dan spektakuler ini sendiri melibatkan 657 orang dan mulai tahun ini diadakan “The Audition Pagelaran Sabang Merauke” untuk lebih melibatkan penari-penari generasi muda dari seluruh Indonesia sehingga terdapat 225 penari dari total 324 seniman yang tampil di panggung yang berkelas dunia ini.
Acara ini sendiri didukung oleh sejumlah seniman kenamaan Indonesia seperti Avip Priatna sebagai konduktor, penata musik oleh Dian HP dan tim, Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children Choir, sutradara Rusmedie Agus serta Koreografer Sandhidea Cahyo dan tim.(*)
Editor : Foggen Bolung