Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Berikut 5 Drama China Tentang Kesehatan Mental yang Menginspirasi dan Menyentuh Hati

Sriwani Adolong • Senin, 2 September 2024 | 21:02 WIB

 

Twilight (2023) salah satu drama tentang kesehatan mental (credit: soompi.com)
Twilight (2023) salah satu drama tentang kesehatan mental (credit: soompi.com)

 

MANADOPOST.ID—Drama bertema kesehatan mental semakin populer karena mengangkat isu yang relevan dan penting dalam kehidupan kita. Drama-drama ini tidak hanya memberi wawasan lebih luas tentang kesehatan mental, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan mental diri sendiri dan orang lain. Sineas China telah berhasil menyuguhkan cerita bertema mental health yang inspiratif dan menyentuh hati. Berikut adalah lima drama China tentang kesehatan mental yang patut kamu tonton!

 

1. Twilight (2023)

Twilight merupakan drama China yang mengisahkan tentang Liu Xia (diperankan oleh Angelababy), seorang psikolog wanita yang mendirikan praktik psikologi setelah menolong seorang pria depresi yang hendak bunuh diri. Dalam perjalanannya, Liu Xia bertemu dengan Qi Lian Shan (Ren Jialun), seorang penulis skenario yang sedang mengalami kesulitan menyelesaikan naskahnya. Kedekatan mereka perlahan berkembang menjadi hubungan yang lebih dari sekadar profesional. Drama ini tayang pada 29 Juni 2023 dengan total 40 episode dan dapat ditonton di WeTV.

 

2. Le Coup de Foudre (2019)

Le Coup de Foudre memang lebih menonjolkan cerita cinta, namun juga menyinggung isu kesehatan mental, terutama melalui karakter utama yang mengalami trauma mendalam akibat perlakuan kasar dari ayah kandungnya. Drama ini menceritakan kisah cinta pada pandangan pertama antara Qiao Yi (Wu Qian) dan Yan Mo (Zhang Yujian) sejak masa SMA. Mereka berjanji untuk melanjutkan studi ke luar negeri bersama, tetapi rencana tersebut gagal karena kecelakaan yang menimpa ayah tiri Qiao Yi. Drama ini merupakan adaptasi dari novel I Don’t Like This World, I Only Like You, yang diangkat dari kisah nyata sang penulis.

 

3. Meeting You (2020)

Meeting You adalah drama yang erat kaitannya dengan kesehatan mental. Kisah ini berpusat pada dua karakter dengan kepribadian yang bertolak belakang: Nan Xin, seorang pria jenius yang mengidap social anxiety, dan Xia Rui, seorang gadis ekstrovert yang penuh semangat. Xia Rui berusaha membantu Nan Xin mengatasi kecemasan sosialnya, dan meskipun keduanya harus menghadapi banyak tantangan, cinta mereka perlahan tumbuh seiring proses penyembuhan Nan Xin

 

4. Love Me If You Dare (2015)

Love Me If You Dare diadaptasi dari novel karya Ding Mo dan mengangkat tema kesehatan mental melalui karakter Bo Jin Yan, seorang profiler kriminal jenius dengan kecerdasan emosional yang rendah akibat trauma masa lalunya. Meskipun dia sangat ahli dalam pekerjaannya, Jin Yan sulit menjalin hubungan emosional dengan orang lain. Kehidupannya berubah ketika dia bertemu dengan Jian Yao, seorang wanita polos yang menawarkan diri menjadi penerjemahnya dan akhirnya menjadi asisten pribadinya. Bersama-sama, mereka menghadapi kasus-kasus kriminal sambil mencoba mengatasi luka batin yang mendalam.

 

5. Skate into Love (2020)

Skate into Love adalah drama China bertema olahraga yang juga menyinggung isu kesehatan mental. Ceritanya berfokus pada Tang Xue (Wu Qian), seorang skater berbakat, dan Li Yu Bing (Zhang Xincheng), seorang pemain hoki es. Saat sekolah, Li Yu Bing sering diintimidasi oleh Tang Xue, yang menyebabkan trauma mendalam pada dirinya. Ketika dewasa, Li Yu Bing berusaha membalas dendam dengan menjadikan Tang Xue asistennya selama masa pelatihan hoki es. Namun, seiring waktu, niat balas dendam itu memudar ketika mereka mulai saling mengenal dan akhirnya jatuh cinta.

 

Drama-drama ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan tentang pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengajarkan kita bahwa proses penyembuhan memerlukan dukungan dari orang-orang di sekitar kita, dan bahwa setiap orang bisa mengatasi trauma mereka dengan cinta dan ketekunan. (*)

Editor : Kenjiro Tanos
#drama china