Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Kerinduan ke Karya, Penulis asal Manado Adrian Mailoor Kembali Merilis Buku Terbaru Berjudul Trauma/Nostalgia

Kenjiro Tanos • Rabu, 18 September 2024 | 16:55 WIB

 

Buku
Buku

MANADOPOST.ID - Lima tahun hiatus merilis buku, Adrian Mailoor akhirnya kembali menelurkan karya terbaru dengan judul 'Trauma/Nostalgia'.

Kenapa baru sekarang? Cowok kelahiran 30 September 1995 ini menjawab, waktu yang terlalu lama itu memupuk kerinduan untuk menulis kembali.

"Buku terakhir saya dirilis tahun 2019," ungkap penulis berdarah Manado ini.

Inspirasi utama dalam buku ini tidak jauh dari tema asmara. Namun kali ini ia menjelajahi kompleksitas hubungan cinta di usia dewasa yang lebih matang dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Judulnya diambil dari dua sifat dominan dalam diri Adrian: sulit move on dan plinplan. Ia mengaku selalu mengenang masa lalu, baik sebagai bahan introspeksi maupun karena kesulitan untuk benar-benar melupakannya.

Dalam konteks asmara, Adrian pernah mengalami hubungan rumit yang menghasilkan perpaduan antara trauma dan nostalgia, yang menjadi inspirasi utama buku ini.

Dibanginkan dengan karya-karya sebelumnya, menurut Adrian, adalah kedewasaannya dalam menulis.

Tulisan-tulisan dalam 'Trauma/Nostalgia' terasa lebih ringan, namun mendalam, serta lebih mudah menyentuh hati pembaca.

Meski tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan menulis, Adrian menyelesaikan buku ini secara mandiri. Mulai dari konsep, ilustrasi cover, hingga produksi dan promosi, termasuk konsep photoshoot dan pembuatan book trailer.

Ditanya soal bagian favorit dalam buku ini, lulusan Universitas Sam Ratulangi ini menjawab puisi yang juga berjudul 'Trauma/Nostalgia'. Puisi inilah yang menjadi titik awal terciptanya buku ini dan menjadi karya yang paling ia banggakan.

 

Hal menarik juga diceritakan Adrian bahwa awalnya ia berencana menjadikan 'Trauma/Nostalgia' sebagai akhir dari perjalanan menulis.

Namun, melihat antusiasme pembaca yang luar biasa, semangatnya untuk terus berkarya kembali tumbuh, dan ia kini berencana untuk menulis buku lagi di masa mendatang.

'Trauma/Nostalgia' kini menjadi fase penting dalam perjalanannya sebagai penulis, di mana ia berhasil berdamai dengan masa lalu yang pernah menjadi sumber cerita dalam karya-karyanya sebelumnya.

"Tanggapan pembaca terhadap buku ini pun sangat positif. Banyak yang merasa terhubung dengan tulisan-tulisan. Bahkan beberapa sampai membagikan kutipan favorit di media sosial," ujar Adrian.

 

'Trauma/Nostalgia' sendiri menjadi buku keenam Adrian. "Buku pertama dirilis tahun 2013 sewaktu masih awal kuliah," tuturnya.

Mundur ke belakang, bakat menulis Adrian sudah terlihat semenjak bangku sekolah. Ia suka menulis puisi sendiri bahkan sampai ikut lomba. "Inspirasi menulis pertama kali muncul setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta?. Saya terkesan dengan puisi yang ditulis karakter Rangga di film tersebut," tukasnya.

Ia juga berharap pesan di buku terbarunya dapat diterima oleh pembaca.

"Sulit melupakan masa lalu adalah hal yang wajar, baik itu karena kenangan manis maupun luka yang mendalam, atau bahkan keduanya. Namun yang paling penting adalah belajar melepaskan agar dapat sembuh dan melanjutkan hidup dengan tenang," harapnya. (tkg)

 

Editor : Kenjiro Tanos
#Penulis #buku #karya #MANADO #Adrian Mailoor #puisi